Skip Ribbon Commands
Skip to main content
Daar el-Qolam > Sistem Evaluasi MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam

Sistem Evaluasi MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam

Ujian di Madrasatul Muallimin Al-lslamiyah Pondok Pesantren Daar el-Qolam meliputi ujian Lisan (Imtihân as-Syafahiy) dan ujian tulis (Imtihân at-Tahrîriy). Dalam setahun, dilaksanakan dua kali ujian Pondok dan dilakukan pada akhir setiap semester.

Ujian Lisan (Imtihân as-Syafahiy)

Ujian lisan adalah ujian yang dilakukan secara lisan, berbentuk wawancara dan praktikum mengenai pelajaran yang diujikan, yang diselenggarakan oleh MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam setiap akhir semester, sebelum pelaksanaan ujian tulis. Ujian lisan ini berfungsi antara lain sebagai berikut:

  • Menguji kesiapan mental para santri sebagai wahana kaderisasi ulama.
  • Menguji kemampuan berkomunikasi para santri dalam mengungkapkan pendapat.
  • Menguji pemahaman santri dari materi yang diujikan.
  • Menguji kesiapan santri dalam menghadapi ujian tulis.

Pelaksanaan ujian lisan di MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam melibatkan penguji dari sebagian atau seluruh santri kelas VI dan dewan guru dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Ruang ujian disediakan minimal dua orang penguji.
  2. Materi ujian ditentukan oleh Panitia Ujian dengan persiapan tertulis yang dikoreksikan ke Majelis Tashih (ketua kelompok).
  3. Setiap santri diuji sesuai dengan nomor ujian, hari dan materi yang telah ditentukan oleh Panitia Ujian.
  4. Seluruh penguji memberi nilai kepada santri yang diuji dan seluruh materi yang diujikan di ruangan tersebut.
  5. Setiap hari setelah ujian seluruh penguji memberikan qoimah ujiannya ke ketua kelompok penguji dan ketua menjumlahkan nilai tersebut serta menyerahkan ke Panitia Ujian.
  6. Nilai ujian yang sudah terkumpul di Panitia Ujian akan diolah untuk ditulis di raport.

Materi ujian lisan terdiri atas 3 kelompok materi dengan perincian sebagai berikut:

  • Bahasa Arab meliputi:
    • Insya' Syafahi terdiri dari: al-Muhâdatsah (percakapan), at-Tarjemah (penerjemahan baik dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia ataupun sebaliknya), dan al-Mufradât (kosakata)
    • al-Mutholaah (membaca makalah dalam Bahasa Arab yang telah dipelajari sebelumnya di kelas dan kemudian mengambil intisari dari makalah tersebut serta beberapa hal yang berkaitan dengan makalah)
    • al-Mahfuzhot (menghafalkan beberapa kata-kata masyhur dalam Bahasa Arab).
    • Ilmu Nahwu (Kaidah Dasar Sintaksis Bahasa Arab)
    • Ilmu Sharf (Kaidah Dasar Morfologi Bahasa Arab)
  • Bahasa Inggris meliputi:
    • Reading (membaca makalah dalam Bahasa Inggris yang telah dipelajari sebelumnya di kelas dan kemudian mengambil intisari dari makalah tersebut dan beberapa hal yang berkaitan dengan makalah).
    • Conversation (percakapan dalam Bahasa Inggris)
    • Vocabulary (tanya jawab mengenai kosakata dalam Bahasa Inggris)
    • Translation (penerjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia ataupun sebaliknya)
    • Dictation (Dikte makalah atau beberapa kata dalam Bahasa Inggris. Program Daar el-Qolam 2 memindahkan ujian Dictation ini pada Ujian Tulis)
    • Grammar (Kaidah dasar sintaksis Bahasa Inggris)
  • Fiqh meliputi:
    • Fiqih (yang dipelajari di dalam kelas)
    • Membaca Al-Qur'an
    • Menghafal surat-surat Al-Qur'an terpilih
    • Tajwid (pemahaman terhadap ilmu untuk membaca al-Quran dengan baik dan benar)
    • Praktikum ibadah mahdhah, seperti salat, wudhu, tayammum dan lain sebagainya.
    • Hafalan do'a-do'a, seperti doa-doa keseharian dan doa-doa khusus (baik dalam salat ataupun luar salat)
    • Membaca Kitab Salaf untuk Tingkat MA/SMA dan mengambil intisari dari makalah kitab kuning yang dibaca)

Adapun dalam penilaiannya, ujian lisan MMI ini menggunakan Interval nilai dari 3 sampai 8 dengan kategori sebagai berikut:

  1. Nilai 3 (râsib--gagal)
  2. Nilai 4 (dha`îf--lemah)
  3. Nilai 5 (Maqbûl--cukup)
  4. Nilai 6 (Hasan--baik)
  5. Nilai 7 (Jayyid--baik sekali)
  6. Nilai 8 (Mumtâz--istimewa)

Ujian Tulis (Imtihân at-Tahrîriy)

Ujian Tahriri (tulis) adalah ujian yang diselenggarakan secara tertulis di atas kertas yang dilakukan setelah pelaksanaan ujian lisan dengan mengujikan seluruh materi pelajaran yang diajarkan pada kelasnya masing-masing.

Penilaian Sikap dan tingkah laku

Selain ujian yang mengedepankan aspek kognitif, di Pondok Pesantren Daar el-Qolam ada penilaian sikap dan tingkah laku yang sangat urgen dan penilaiannya dilakukan secara langsung oleh wali kelas, Bagian Pengasuhan dan Bagian Pengajaran yaitu:

  • Tingkah laku (as-Sulûk)
  • Kerajinan (al-Muwâzhabah)
  • Kebersihan (an-Nazhâfah)

Bila seorang santri baik dalam tingkah laku, kerajinan dan kebersihan, maka nilai yang dipergunakan adalah 8 dan bila siswa tidak baik dalam tingkah laku, kerajinan dan kebersihan, maka nilai yang diberikan adalah 7. 

Proses penilaian kenaikan kelas

Santri dinyatakan naik kelas bila memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Nilai rata-rata seluruh pelajaran raport MMI pada semester ganjil dan genap minimal 4,5. Program Daar el-Qolam 2 menetapkan nilai minimal 6,0 sebagai syarat kenaikan.
  • Nilai sikap dan tingkah laku 8.

Ujian susulan

Ujian susulan Pondok Pesantren diadakan dengan sebab sebagai berikut:

  • Siswa yang sakit parah saat pekan ujian dilaksanakan di MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam (dengan adanya surat keterangan dari dokter)
  • Adanya musibah dari keluarga terdekat (ayah kandung, ibu kandung, serta saudara kandung).

Bila halangan/sebab di luar dari hal tersebut di atas maka tidak ada ujian susulan, demikian juga siswa yang tidak masuk kelas lebih dari 30 hari.

Ketentuan kenaikan kelas

Ketentuan kenaikan kelas ditentukan oleh rapat kenaikan kelas dipimpin oleh ketua sidang pada kelompoknya masing-masing yang ditentukan oleh Bagian Pengajaran. Anggota rapat terdiri atas:

  • Dewan Guru (Asatidz/Asatidzah) MMI Pondok Pesantren Daar el-Qolam
  • Jajaran Wali kelas
  • Bagian Pengasuhan Putra dan Putri
  • Bagian Pengajaran