KH. Adrian Mafatihullah Karim, MA. Merupakan anak kedua pendiri Pondok Pesantren La Tansa, lahir pada 15 Juni 1973 di Gintung, Tangerang. Memulai pendidikan formalnya di SD Rancaleutik (1979) sampai kelas tiga, kemudian pindah sekolah ke SDN Cikande II Hingga tamat pada 1986. seperti anak-anak di desanya, siang hari sepulang sekolah beliau masuk Madrasah di Madrasah Masyariqul Anwar hingga tamat.
Sejak kecil bercita-cita ingin menjadi guru, setelah lulus dari sekolah dasar beliau melanjutkan studi di Pondok Pesantren Daar el-Qolam yang dipimpin oleh ayah tercinta. Saat mondok di Pondok Pesantren Daar el-Qolam, beliau menjabat sebagai wakil ketua ISMI Putra (1991-1992) dan aktif sebagai Pasukan Istimewa (PASIS) Gerakan Pramuka Pondok Pesantren Daar el-Qolam. Dalam mengisi liburannya beliau pernah mondok di Pesantren Daar el Ulum Bogor dan Pesantren Cisantri Pandeglang, dibimbing oleh KH. Bustomi mempelajari kitab Alfiyah dan Tafsir Munir.
Tamat PPDQ pada 1992 beliau melaksanakan tugas pengabdiannya dengan mengajar selama setahun. Kemudian melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi IAIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan. Aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti HMI cabang Ciputat dan Senat Dakwah IAIN Jakarta, beliaupun tercatat sebagai anggota JIPI (Jaringan Informasi dan Pengkajian Islam).
Disamping kesibukan kuliahnya di IAIN Mulai 1996 beliau aktif mengajar di Pondok Pesantren Daar el-Qolam,. Beliau meraih gelar sarjana Strata 1 pada tahun 1998 dengan judul skripsi “Konsepsi Pesantren Pariwisata Sebagai Sarana Dakwah Alternatif“. Sejak menggantikan kedudukan Sang Ayah sebagai Pimpinan Pondok, kesibukannya makin bertambah karena harus bolak-balik untuk mengajar di Pondok Pesantren Daar el-Qolam dan Pondok Pesantren La Tansa. Beliau berencana akan melanjutkan pendidikannya sampai Strata 3 sesuai dengan amanat sang Ayah.
Pada tahun 2001, saat usia beranjak 27 tahun, beliau melangsungkan kehidupan berkeluarga dengan mempersunting muridnya sendiri di Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Khaerunnisa putri pasangan Bapak Drs. H. Mahmud Yunus dan Ibu H. Suhanah, S.Ag, dan beliau dianugerahi dua orang anak bernama Ahmad Alief Al-Fawaz yang lahir pada tahun 2002 dan Putri Fakhira Hansa yang lahir pada tahun 2007.
Di tengah-tengah kesibukan beliau memimpin Pondok Pesantren La Tansa, beliau menyelesaikan program magister/pasca-sarjana (S2) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (2006), dengan judul tesis “Keadilan dalam Poligami menurut Sayid Quthb“.

