• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Konsistensi Seorang Pemimpin

    Konsistensi adalah sebuah kata yang sering kita dengar, dalam bahasa sederhana ia bisa berarti “terus-menerus” atau bisa juga “kesinambungan”.

    Contoh kecilnya seperti: Kita dituntut untuk melaksanakan shalat lima waktu setiap hari, hal ini ternyata juga merupakan sebuah bentuk ibadah kepada tuhan yang mengandung nilai-nilai konsistensi yang begitu tinggi. Sekarang mari kita kaitkan antara konsistensi dengan sebuah bentuk kepemimpinan, tentu tidak bisa kita ingkari bahwa seorang pemimpin yang baik adalah dia yang konsisten dengan apa yang telah menjadi rencana ataupun program-programnya kedepan, inilah yang menjadi masalah terbesar bangsa ini: banyak pemimpinnya yang kurang konsisten! Berapa banyak anda lihat para pejabat yang banyak mengumbar janji-janji manis didepan rakyat, tetapi samasekali tidak ada pembuktiannya ketika mereka sudah menjabat? Banyak sekali bukan?

    Inilah ironi didalam Negara kita yang tidak pernah terselesaikan, disaat kita butuh seorang pemimpin yang konsisten dengan kepemimpinannya, mereka yang menjadi pemimpin justru banyak yang melenceng dari visi dan misi mereka saat kampanye yang itu berarti bahwa mereka tidak konsisten dengan semua janji-janji mereka. Jadi bagaimana sebaiknya?

    Masalah ini jika terus dibiarkan tentu akan menjadi seperti bola salju yang menggelinding, semakin lama semakin besar.. oleh karena itu kita butuh sebuah perombakan regenerasi pada bangsa ini, bagaimana caranya agar kita dapat mencetak para generasi muda menjadi sebuah generasi yang sadar akan sebuah tanggung jawab dan konsistensi kedepan.

    Hal ini tentu tidak mudah, tetapi jika kita lakukan ini bersama dalam sebuah rencana jangka panjang, maka saya rasa bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi sebuah Negara yang benar-benar bebas dari suatu tindak korupsi.

    Sebenarnya konsistensi seorang pemimpin juga tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dari anggota yang mereka pimpin, oleh karena itu, jika kita mengharapkan sebuah bentuk kepemimpinan yang baik maka kita sendiri sebagai sebuah komponen didalam kepemimpinan tersebuat harus memiliki sebuah pengertian serta penghormatan yang tulus kepada para pemimpin kita, Agar konsistensi sang pemimpin tersebut dapat terjaga dan benar-benar utuh, sampai akhir masa jabatannya.

    Iya ga?

    Tags

    Leave a comment

    %d bloggers like this: