• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Air dan Makhluk Hidup

    Al-Qur’ân al-karîm akan senantiasa berbicara kepada akal manusia serta menerangi bagian-bagian yang masih gelap di alam semesta ini. Seraya itu, kitab suci ini memperlihatkan dan menampakkan hakikat-hakikat ilmiah yang masih belum diketahui oleh manusia. Hal ini dimaksudkan agar orang-orang yang berakal dapat menyaksikan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah SWT. Dalam pada itu, penyaksian terhadap ayat-ayat-Nya akan menjadi faktor pendorong mereka beriman kepada-Nya.

    Al-Qur’an merupakan petunjuk, rahmat dan cahaya bagi umat manusia di setiap zaman dan tempat. Sebab, tak ada satupun teori ilmiah atau fenomena alam yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an sejak lebih dari empat belas abad silam. Semua itu telah dibacakan kepada umat manusia; dan manusia pun selalu membacanya dari generasi ke generasi, di setiap zaman dan tempat. Seseorang dapat melihat bagaimana Allah memulai penciptaan alam semesta ini, sebagaimana difirmankan-Nya.

    أَوَلَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ ڪَانَتَا رَتۡقً۬ا فَفَتَقۡنَـٰهُمَا‌ۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ‌ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ (٣٠)

    Artinya,
    Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman
    (QS. Al-Anbiya’[21]:30)

    Tidak cuma dalam satu ayat saja, Al-Qur’an juga menyinggung masalah penciptaan kehidupan sewaktu menggambarkan siklus (proses perputaran) air di alam semesta ini. Di antaranya dalam firman Allah SWT,

    أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَسَلَكَهُ ۥ يَنَـٰبِيعَ فِى ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعً۬ا مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٲنُهُ ۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَٮٰهُ مُصۡفَرًّ۬ا ثُمَّ يَجۡعَلُهُ ۥ حُطَـٰمًا‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ (٢١)

    Artinya,
    Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, yang diatur-Nya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal
    (QS. Az-Zumar [39]:21).

    Siklus air yang sekaligus mencerminkan kehidupan di alam semesta ini umumnya menjadi topik yang paling sering menyulut perdebatan di kalangan umat manusia di masa-masa sebelumnya. Akibatnya, pada saat itu muncul sejumlah tafsiran dari kalangan filsuf dan ilmuwan yang berkenaan dengannya. Bahkan sebagian dari tafsir itu hanya didasarkan pada khurafât atau mitos (anggapan mengada-ada) belaka. Sementara pada saat yang sama, ilmu pengetahuan belum memiliki satu penafsiran pun berkenaan dengan siklus yang menakjubkan ini.

    Manusia masih terus terperangkap dalam kebingungan meskipun nas (teks atau ketetapan) Al-Qur’an menyebutkan secara jelas dan tegas mengenai hal ini, yang tidak sedikitpun menyisakan keraguan. Hingga saat datang ilmu pengetahuan modern yang dapat membuktikan bahwa air hujan jatuh ke bumi, masuk ke dalamnya. Lalu dari butiran-butiran air yang diserap tanah tersebut terbentuklah sumber-sumber mata air. Air yang terdapat di tanah tersebut dapat menumbuhkan berbagai jenis tanam-tanaman.

    وَهُوَ ٱلَّذِى يُرۡسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَىۡ رَحۡمَتِهِۦ‌ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتۡ سَحَابً۬ا ثِقَالاً۬ سُقۡنَـٰهُ لِبَلَدٍ۬ مَّيِّتٍ۬ فَأَنزَلۡنَا بِهِ ٱلۡمَآءَ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٲتِ‌ۚ كَذَٲلِكَ نُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ لَعَلَّكُمۡ تَذَڪَّرُونَ (٥٧)

    Artinya,
    Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran
    (QS. Al-A’raf[7]:57)

    وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَىۡءٍ۬ فَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهُ خَضِرً۬ا نُّخۡرِجُ مِنۡهُ حَبًّ۬ا مُّتَرَاڪِبً۬ا وَمِنَ ٱلنَّخۡلِ مِن طَلۡعِهَا قِنۡوَانٌ۬ دَانِيَةٌ۬ وَجَنَّـٰتٍ۬ مِّنۡ أَعۡنَابٍ۬ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُشۡتَبِهً۬ا وَغَيۡرَ مُتَشَـٰبِهٍ‌ۗ ٱنظُرُوٓاْ إِلَىٰ ثَمَرِهِۦۤ إِذَآ أَثۡمَرَ وَيَنۡعِهِۦۤ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكُمۡ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يُؤۡمِنُونَ (٩٩)

    Artinya,
    Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan [Kami keluarkan pula] zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan [perhatikan pulalah] kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda [kekuasaan Allah] bagi orang-orang yang beriman.” (QS.Al An‘Am[6]:99)

    Air dan Makhluk Hidup  - air dan makhluk hidup 600x462 - Air dan Makhluk Hidup
    Air dan Makhluk Hidup

    Al-Qur’an selalu mengajak akal manusia dengan menggunakan logika yang hidup dan mudah untuk dimengerti. Orang-orang yang pernah mendengar informasi-informasi yang dihasilkan dari temuan-temuan ilmu alam atau sains modern, baik itu fisiologi (ilmu tentang tubuh), biologi, biokimia dan hidrologi, niscaya akan mengetahui dengan baik perihal kandungan makna dari ayat-ayat yang disebutkan secara berturut-turut dengan baik dan sempurna.

    Wallâhu a`lamu bi-s-shawâbi.

    Tags
    Penulis:

    Seorang guru di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2

    Leave a comment

    %d bloggers like this: