Mar 15
Kewajiban Memperbaiki Barisan Solat

Banyak sekali kita dapati masjid-masjid sekarang ini, baik di perkampungan maupun perkotaan, yang saf atau barisan solatnya tidak rapi, alias antara satu kaki dengan kaki lain berjarak. Tidak jarang pula didapati barisan tengah yang kosong tidak ada yang mengisi. Padahal merapikan saf ketika akan melakukan solat merupakan suatu kewajiban yang Nabi Muhammad Solallahu’alaihi wasallam perintahkan kepada umatnya. Hal ini didasari dari perintah beliau yang terkandung dalam banyak hadis. Diantaranya adalah seperti yang diriwayatkan oleh Jabir bin Samuroh, Beliau Solallahu’alaihi wasallam bersabda :

ألا تصفّون كما تصفّ الملائكة عند ربّها؟ قالوا يا رسول الله: وكيف تصفّ الملائكة عند ربّها؟ فقال عليه الصّلاة والسّلام: يتمّون الصّفوف الأول ويتراصّون الصّفّ
“Mengapa kalian tidak berbaris sebagaimana malaikat berbaris di sisi Robbnya?” Maka kami berkata,“Wahai Rosululloh, bagaimana malaikat berbaris di sisi Robbnya?” Beliau bersabda, “Mereka menyempurnakan barisan awal dan menempelkan diri dalam barisan.” (HR. Muslim 651)

Hadis tersebut memberikan kita gambaran, bahwa para sahabat zaman dahulu sangat berusaha merapikan dan merapatkan barisan mereka saat hendak melakukan solat. Hal itu karena mereka sangat patuh dan taat dengan apa yang Nabi Muhammad Solallahu’alaihi wasallam perintahkan kepada mereka seperti di dalam hadis tadi. Adapun tata cara merapikan barisan solat yang sesuai ajaran Nabi adalah sebagaimana di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdulloh bin Umar berikut ini, bahwasannya baginda Nabi Muhammad Solallahu’alaihi wasallam bersabda:

أقيموا الصّفوف فإنّما تصفّون بصفوف الملائكة وحاذوا بين المناكب وسدّوا الخلل ولينوا في أيدي إخوانكم ولا تذروا فرجات للشيطان ومن وصل صفا وصله الله تبارك وتعالى ومن قطع صفا قطعه الله
“Luruskanlah shof (barisan), karena kalian berbaris dengan barisan para malaikat. Dan setarakanlah pundak-pundak kalian, tutuplah barisan yang lowong, dan berlunaklah terhadap tangan saudara kalian, dan jangan biarkan barisan yang lowong untuk dimasuki setan. Dan barangsiapa menyambung barisan solat, Allah akan menjalin hubungan terhadapnya. Sebaliknya barang siapa memutuskan barisan solat, Allah akan memutus hubungan terhadapnya.” (HR. Ahmad 5466)

Dalam hadis tadi, setidaknya ada 4 hal yang bisa kita perhatikan ketika hendak melakukan solat, yaitu:
  1. Hendaknya kita meluruskan shof atau barisan, agar barisan tidak terlihat maju sedikit atau mundur sedikit. Semuanya lurus dan tidak bengkok-bengkok.
  2. Merapatkan pundak-pundak ketika hendak melakukan solat, merupakan cara agar saf atau barisan tidak terlihat lowong sehingga bisa diisi oleh setan.
  3. Walaupun harus merapatkan pundak tetap kita diperintahkan untuk berlunak terhadap tangan teman yang ada di samping kita, maksudnya adalah jangan menyakiti mereka dengan tangan atau siku kita yang menempek kepada mereka.
  4. Kesempurnaan solat adalah berada pada kesempurnaan barisan solat dan ini bisa memperbaiki hubungan kita dengan Allah.
Karena itu wajib bagi imam untuk selalu mengingatkan akan pentingnya meluruskan shof sebelum melakukan solat, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Solallahu’alaihi wasallam saat hendak melakukan solat dari hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, beliau Solallahu’alaihi wasallam bersabda:

سوّوا صفوفكم فإنّ تسوية الصّفوف من إقامة الصّلاة
“Luruskanlah shof-shof kalian, karena lurusnya shof adalah bagian dari ditegakkannya shalat.” (HR. Bukhori 681)

Di dalam riwayat lain dari Anas bin Malik, Nabi Solallahu’alaihi wasallam bersabda:

سوّوا صفوفكم فإنّ تسوية الصّفوف من تمام الصّلاة
“Luruskanlah shof-shof kalian, karena lurusnya shof adalah bagian dari kesempurnaan shalat.” (HR. Muslim 656)

Oleh karena itu hendaknya setiap muslim memperhatikan perkara ini dan selalu mengingatkan temannya yang lain ketika akan melakukan solat untuk merapikan saf-nya. Sehingga terjalinlah kerjasama untuk merapikan saf dari ketidaklurusan dan kelowongan barisan sebelum melakukan solat. Semoga kita selalu diberikan hidayah oleh Allah. Wallohu a’lam bishowab.


Sumber: https://raysepuid.tumblr.com/post/183466847248/kawan-perhatikan-saf-mu 

Mar 09
Yakin, Masih Makan Dan Minum Sambil Berdiri?

Kalau orang tua sering bilang makan dan minum jangan sambil berdiri itu sebaiknya dituruti.

Walaupun kadang-kadang karena keadaan, kita mau tak mau makan dan minum sambil berdiri seperti saat menghadiri pesta atau saat terburu-buru. Tapi kalau bisa, mulai sekarang hindari makan dan minum sambil berdiri.

Pasalnya selain lebih sopan dan nyaman, itu juga berpengaruh pada kesehatan.

Memang posisi paling aman ketika sedang minum adalah saat kita sedang duduk. Ketika duduk, saraf-sarat tubuh dalam keadaan tenang dan siap untuk menerima air yang masuk dari berbagai jenis minuman yang berbeda.

Ini dia beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi kalau kita minum sambil berdiri.

 

Sakit Perut

Ketika kita minum sambil berdiri, maka tenggorokan mengalami penyempitan dan berkerut yang bisa mempersulit makanan untuk digiling hancur dengan lancar pada jaringan pencernaan. Kondisi ini mudah banget menyebabkan rasa nyeri di bagian perut.

 

Memicu Arthritis

Penyakit arthritis bisa terjadi karena terganggunya keseimbangan cairan dalam tubuh yang tersalurkan sampai bagian sendi. Ini bisa memicu peradangan pada sendi.

Selain terjadi peradangan, arthritis menyebabkan kaku sehingga bisa terjadi pembengkakan di bagian sendi. Penyakit pada sendi seperti arthritis bisa mempersulit penderitanya untuk bergerak bebas.

 

Asam Lambung

Lambung adalah bagian tubuh yang paling terkena dampaknya saat kita sering minum pada posisi berdiri.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau yang biasa disebut naiknya asam lambung terjadi karena tekanan air yang diminum saat berdiri mengejutkan bagian saluran (spincter) yang menuju ke lambung.

Akibatnya asam dalam lambung tercampur naik ke arah sebaliknya sehingga memberikan sensasi panas di bagian perut.

Minum sambil berdiri juga mengakibatkan terkikisnya dinding lambung. Padahal, lambung merupakan bagian penting dalam perencanaan sehingga ketika terjadi kerusakan pada bagian lambung bisa berbahaya bagi sistem pencernaan lainnya.

 

Ginjal Terganggu

Selain lambung, ginjal juga akan ikutan terganggu. Apa lagi ginjal memiliki fungsi sebagai penyaring.

Minum sambil berdiri akan menyebabkan penyaringan nggak sempurna sehingga merusak fungsi ginjal dalam bekerja. Ini akan mengarah pada gangguan saluran kandung kemih.

 

Tegang Pada Saraf

Dampak lainnya saat minum sambil berdiri yaitu tegangnya urat saraf.

Saat kita berdiri, sistem urat saraf simpatis aktif untuk menahan semua otot dan menjaga keseimbangan.

Namun kalau kita minum saat duduk bisa mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang menegaskan pikiran dan meringankan proses pencernaan.

Minum air tentu baik untuk kesehatan tubuh kita, tapi pada prosesnya sebaiknya dilakukan dengan kebiasaan yang baik juga supaya terhindar dari segala penyakit. (Al Sobry)

 

Dikutip dari :

https://www.msn.com/id-id/kesehatan/health-news/stop-kebiasan-minum-air-sambil-berdiri-ini-dampaknya-bagi-tubuh/ar-BBUw2qY?li=AAfukE3&ocid=wispr

Mar 08
Pembelajaran Ipa Materi Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan

​Tanah merupakan komponen penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Tumbuhan memperoleh air dan nutrisi dari tanah, kemudian mengolahnya sehingga dapat dimanfaatkan oleh organisme yang lainnya termasuk kita. Begitu penting peran tanah bagi kehidupan. Coba kita bayangkan, jika tidak ada daratan, di manakah makhluk hidup akan tinggal? Siapakah yang akan menguraikan sampah yang ada di bumi jika tidak ada organisme tanah? Selanjutnya apa saja lapisan tanah yang ada di bumi kita ini? Apa saja komponennya? Ayo kita pelajari bersama.

IMG-20190308-WA0000.jpg

Tanah merupakan tempat hidup bagi berbagai makhluk hidup, termasuk tempat hidup bagi tumbuhan. Tumbuhan memerlukan unsur hara atau nutrisi pada tanah yang berupa mineral-mineral dan air yang terkandung dalam tanah. Beberapa tumbuhan, misalnya tanaman polong-polongan dan kacang-kacangan membutuhkan bakteri yang ada di tanah untuk membantu akar melakukan penyerapan dan pengolahan zat hara.

IMG-20190308-WA0001.jpg

Itulah beberapa hal tentang tanah dan kehidupan. Semoga bermanfaat.

Feb 24
Tips Menjalani Kehidupan dari Surat Al Ashr
Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wasallam merupakan agama yang sangat sempurna. Di dalamnya tidak hanya dibahas persoalan ibadah dan muamalah saja, melainkan persoalan personal manusiapun tidak luput dari perhatian agama Islam. 

Dalam menjalani kehidupan manusia tidaklah luput dari sebuah kerugian, khususnya kerugian yang berkaitan dengan waktu. Agama Islam telah menyinggung ini secara lugas namun memiliki makna yang sangat mendalam di dalam Al Quran pada surat Al Ashr.

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِن (٣) 
 “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan menasihati untuk kesabaran”.

Imam Ibnu Katsir yang merupakan seorang ahli tafsir di abad ke 7 hijriah di dalam kitab Tafsirnya, Al Quran Al ‘Azhim atau yang lebih familiar disebut dengan Tafsir Ibnu katsir, mengutip pekataan dari Imam Asy Syafi’i saat beliau menjelaskan makna dari surat ini.

لو تدبّر الناس هذه السورة لوسعتهم
“Seandainya manusia mau merenungkan surat Al Ashr ini, maka itu telah mencukupi mereka”

Di dalam surat ini Allah secara jelas memberikan isyarat kepada kita akan keadaan merugi yang siap datang menghampiri manusia kapanpun dan di manapun, kecuali bagi mereka yang mengamalkan 4 perkara:

1. Beriman kepada Allah
Ketika menafsirkan surat ini, Imam As Sa’di menjelaskan makna perintah untuk beriman kepada Allah, bahwasannya iman tersebut tidak akan didapat kecuali dengan ilmu. Hal ini juga serupa dengan apa yang  Imam Al Bukhori lakukan saat menamai salah satu bab dalam kitab Sohihnya dengan “Berilmu sebelum berkata dan beramal”. Dari sini bisa ketahui dengan jelas bahwa orang yang berilmu akan selamat dari kerugian.

2. Beramal Saleh
Masudnya adalah mengamalkan ilmu yang sudah dia perlajari. Adapun ilmu yang dimaksudkan adalah yang dapat menambahkan keimanan kita kepada Allah, agar tergerak untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, serta ilmu yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak manusia. Dengan ini maka manusia akan terbebas dari kerugian di dunia maupun di akhirat.

3. Menasehati dalam Kebenaran dan Kebaikan
Tujuannya adalah saling memotivasi, menasehati, mendorong manusia untuk saling mengingatkan agar sadar akan pentingnya beriman dan beramal saleh. Oleh karena itu, seyogianya ilmu yang kita dapatkan juga kita sampaikan kepada orang lain, baik itu keluarga, sahabat, maupun saudara seagama dan seiman sekalipun kita belum mengenalinya, agar sama-sama bisa mendapatkan manfaat dan pahala dari Allah, serta terhindar dari kerugian.

4.  Menasehati dalam Kesabaran
Ketika melakukan sesuatu, kita selalu dituntut untuk bersabar, baik dalam hal yang bersifat duniawi maupun ukhrowi. Yang lebih penting lagi jika hal itu berkaitan dengan hubungan kita dengan Allah, agar kita selamat dari kerugian di dunia maupun di akhirat.

lalu Imam As Sa’di juga menjelaskan bahwa dua hal yang pertama, yaitu iman dan amal saleh, adalah upaya untuk menyempurnakan diri manusia. Sedangkan dua hal berikutnya adalah untuk menyempurnakan orang lain. Beliau menambahkan lagi, “Seorang manusia akan menggapai kesempurnaan jika melakukan empat hal ini. Itulah manusia yang dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keberuntungan yang besar”.

Al Quran yang merupakan pedoman umat muslim sudah menyebutkan empat perkara ini agar dapat dipahami, ditadabburi dan diamalkan dalam kehidupan, demi kebaikan diri sendiri dan orang lain.

(Disarikan dari buku Mereka Yang Merugi, Karya Muhammad Abduh Tuasikal)

Feb 23
It’s NOW or NEVER

It’s NOW or NEVER, inilah sebuah kata yang ada dalam lirik lagu Bon Jovi yang berjudul It’s My Life, pasti kita semua sudah mengetahui arti dari kata tersebut “SEKARANG atau TIDAK SAMA SEKALI”.

Apakah teman-teman semua mempunyai suatu keinginan yang sangat besar? Apakah teman-teman mempunyai cita-cita yang tinggi? pasti jawaban teman semua IYA, Sebuah kebohongan besar jika ada orang yang tidak mempunyai keinginan, walaupun semua orang mempunyai keinginan yang berbeda-beda tetapi ada satu yang semua orang inginkan yaitu KEBAHAGIAAN HIDUP, entah itu kehidupan dunia ataupun akhirat. 

Memang benar, manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas, ingin ini dan ingin itu bahkan ingin semuanya, tetapi jika kita tidak berusaha untuk mendapatkannya maka kita tidak akan pernah mendapatkannya!!! tidak ada sesuatu yang serba instan, semuanya butuh proses walaupun terkadang kita malas untuk memulainya, malas untuk mencapai keinginan tersebut, rasa malas inilah yang menjadi penghalang utama untuk mewujudkan impian kita.

Ada pepatah yang mengatakan “1000 PEKERJAAN YANG SUSAH ADALAH UNTUK MEMULAINYA”, Bendera telah ditancapkan, Layar telah dikembangkan, pantang surut mundur ke belakang,, Kejarlah cita-cita kalian, kejarlah impian kalian, kejarlah keinginan kalian, JIKA BUKAN KAU SIAPA LAGI & JIKA BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI. “ لَوْلَاكَ فَمَنْ سِواكَ لَوْلَا الآنَ فَمَتَيْ ”. Jangan pernah menunggu, jangan pernah menunda sampai esok apa yang bisa kau lakukan karena tidak akan kembali lagi waktu yang telah berlalu dan kesempatan belum tentu datang dua kali, Berusahalah, Berjuanglah, Bersungguh-sungguhlah, lakukan SEKARANG atau TIDAK SAMA SEKALI !!!

by : Khairul Fajri Syadzilli

1 - 5Next