Google melarang Windows? 

Posted by Willy Saefurrahman | Sunday, June 06, 2010 A.D. (09:56:01 AM)

Google LogoTanggal 2 Juni 2010 ada sebuah pengumuman yang lumayan mencengangkan dunia virtual, pasalnya Google melarang seluruh pegawainya menggunakan software Microsoft Windows dan beralih ke sistem operasi Linux (untuk PC) atau Macintosh OS X Snow Leopard (untuk Mac). Google mengambil tindakan ini sebagai buntut dari kekesalan mereka saat data center yang mereka miliki ditembus oleh beberapa hacker dari China yang memanfaatkan salah satu celah yang belum ditambal yang terdapat dalam Internet Explorer 6.0 (Aurora Attack).

Alasan keamanan memang jadi kunci utama dalam dunia enterprise. Linux dan Mac OS X memang diklaim oleh banyak pihak sebagai sistem operasi yang lebih aman, tapi itu juga karena kurangnya serangan yang memang ditargetkan ke sistem operasi tersebut (Targeted Attack), melihat jumlah pengguna kedua sistem operasi tersebut sangatlah kecil dibandingkan dengan pengguna sistem operasi Windows. Dan, tentu saja, dengan menggunakan sistem operasi non-Microsoft, Google pun dapat menghemat beberapa juta dolar untuk melisensi sistem operasi Windows.

Internet Explorer 6.0 yang diserang oleh hacker hanya berjalan di atas sistem operasi Microsoft yang sangat kuno, yakni Windows XP, yang dirilis 9 tahun yang lalu. Browsernya sendiri dirilis lebih dari 9 tahun. Bila mereka menghendaki keamanan, sebenarnya semua sistem operasi memiliki celah yang belum ditambal. Naasnya, waktu itu adalah komputer yang ada di Google sendiri masih menggunakan browser yang sangat lama ditambah dengan sistem operasi yang juga sangat lama. Bila platform patch-management di Google berjalan dengan mulus, saya yakin paling tidak mereka tidak akan menggunakan Internet Explorer 6.0, karena Internet Explorer 8.0 telah muncul ke permukaan delapan bulan sebelum terjadinya serangan ke Google via Aurora Attack dan Microsoft pun telah mengampanyekan penggunaan Internet Explorer 7 (dirilis tahun 2006, 4 tahun silam) 8. Menggunakan browser zaman dulu sama saja dengan bunuh diri. Baik itu menggunakan browser Apple Safari, Opera, Firefox, Chrome, Konqueror, dan masih banyak browser lainnya, bila memang tidak pernah diperbarui dengan menggunakan sistem yang baru yang masih memiliki celah, maka sistem pun dapat memiliki celah untuk dimanfaatkan.

Well, sepertinya berita ini menjadi sebuah berita yang berisi Fear, Uncertainty, and Doubt (FUD) yang disebarkan melalui media. Google membuat produk-produknya untuk sistem operasi Windows (seperti Google Toolbar, Google Chrome, dan banyak software lainnya), selain tentunya sistem operasi lainnya atau bahkan platform Cloud. Sepertinya ada motif tersendiri dalam berita kali ini, karena Google juga sedang melakukan inkubasi terhadap sistem operasi miliknya yang disebut dengan Google Chrome OS yang berbasis sistem operasi GNU/Linux.

Menggunakan Chrome OS juga sebenarnya cukup riskan bila digunakan dalam produksi (bukan development), mengingat sistem operasi tersebut masih ada dalam inkubasi. Maka sistem yang bisa jadi alternatif adalah GNU/Linux dan juga Mac OS/X. Tapi, bila melihat ada sedikit "pertengkaran" antara Google dan Apple, mungkin Apple Mac OS/X juga tidak akan lama tinggal di Google. Anyway, sistem operasi apapun yang tidak pernah diperbarui dengan sistem-sistem keamanan terbaru tidak akan bisa survive di zaman Internet yang serba ganas. Oh ya, tambah lagi, sebagian besar distro sistem operasi GNU/Linux datang tanpa antivirus. Memang malware Windows tidak akan jalan di Linux atau Mac, tapi bisa saja, malware tersebut hinggap di sistem operasi tersebut untuk kemudian menyerang sistem Windows, seperti yang banyak terjadi di beberapa perusahaan yang menggunakan file server berbasis *NIX dan klien berbasis Windows. Atau, bisa jadi menularkan botnet.

So, yang terpenting adalah bukan pemilihan sistem operasi. Tetapi, bagaimana caranya penanganan sistem operasi tersebut seharusnya berjalan. Ada patch management, ada vulnerability assesement, dan tentunya selalu ada maintenance. Tidak ada satu sistem operasi pun yang aman dari serangan, kalau memang sistem operasi tersebut diincar oleh segerombolan hacker yang berniat buruk...

Copyright © 2009-2010
Share This Using Popular Bookmarking Services