Berpikir negatif dalam cara yang positif 

Posted by Willy Saefurrahman | Saturday, July 17, 2010 07:50:27 PM

Pernah ada seorang teman berbicara kepada saya, "Waaaah... Segala sesuatunya sudah bagus nih! Kira-kira, hal buruk apa yaaah, yang bakalan menimpa???"

Beberapa orang yang saya kenal cenderung membuat pernyataan negatif, hanya berdasarkan spekulasi saja yang ada di dalam pikiran. Saat mereka tidak mengetahui sesuatu, maka mereka cenderung membuat-buatnya seolah-olah hal tersebut nyata. Akhirnya, mereka pun menganggap diri mereka tahu segala sesuatu padahal mereka tidak. Well, saya juga termasuk demikian....

Berpikir negatif seperti yang dilakukan oleh teman saya di atas mungkin bisa membuat diri kita dijauhi oleh orang lain, karena memang hal tersebut membuat dirinya merasa berbeda dari rekan-rekannya yang cenderung memiliki pikiran positif, yang menatap masa depan yang cerah berdasarkan apa yang mereka raih saat ini.

Tapi, jujur saja, saya percaya kepada teman saya seperti di atas. Spekulasi negatif tersebut membuat kita lebih berantisipasi terhadap sesuatu hal yang buruk yang bakal terjadi. Bakal. Akhirnya, kita pun cenderung siap menghadapi masalah-masalah yang mungkin nanti menghadang kita.

Bagi orang-orang yang berpikiran negatif, mereka yang berpikiran positif bersifat delusional, karena menganggap segala hal adalah benar adanya. Orang yang berpikiran negatif memang cenderung bersikap sarkastis, tapi begitulah cara mereka bersosialisasi. Mereka secara alami memiliki skeptisisme terhadap semua orang, dan hampir tidak percaya kepada orang lain sebelum membuktikan sesuatu yang diucapkan adalah benar. Tidak sebatas delusi saja, yang mungkin membuat diri sendiri atau diri orang lain sama-sama bersifat delusional.

Masalah pasti bakalan datang. Krisis pasti tak dapat dihindari. Karena itu, kita harus mulai bersikap dan berpikir "negatif" dalam cara yang positif. Lho???

Berpikir realistis adalah bentuk dari pikiran negatif dalam cara positif

Sebagian besar, pikiran negatif berujung pada cara yang negatif pula, yang kemudian menjadikan pelakunya pesimistis. Tapi, tidak bagi mereka yang bersifat realistis. Berpikir realistis menyadari bahwa masalah pasti akan datang secara tiba-tiba, dan mungkin krisis akan datang secara bertubi-tubi. Well, who knows??? Yang pasti, saat pikiran negatif kita, kita ubah menjadi pikiran positif, maka yang ada adalah kita menjadi realis, dan pikiran realistis itulah yang bisa "menyelamatkan" kita dari krisis.

Sadarilah bahwa tidak semua pikiran negatif adalah buruk

Nah, bila kita bisa berpikir realistis, maka itu bagus bagi kita. Tapi, bila tidak, maka mungkin yang harus kita lakukan adalah "menyadari" bahwa tidak semua pikiran negatif itu buruk. Prinsip "sedia payung sebelum hujan" bisa kita gunakan untuk memahami hal ini. Saat orang lain tidak bawa payung, maka mereka akan basah karena kehujanan, mana kala hujan datang secara tiba-tiba, sementara kita yang membawa payung, dapat terhindari dari kebasahan akibat hujan. Hujan adalah salah satu masalah yang mungkin datang, dan payung adalah antisipasinya. Antisipasi muncul dari pikiran negatif. See?

Hati-hati terhadap kepercayaan diri

Bagi orang-orang yang berpikir negatif, maka mereka harus berhati-hati terhadap kepercayaan diri. Lho?? Kepercayaan diri cenderung muncul dalam diri saat melihat segala sesuatunya baik dipandang. Kepercayaan diri akan cenderung membuat kita berpikir positif, dan melupakan pikiran-pikiran negatif. Saat percaya diri, mereka akan dapat mengurangi ketegangan yang mereka alami, itu sisi baiknya. Namun, sisi buruknya, antisipasi yang kita buat, bisa terlupakan.

Kurangi imajinasi~Get real with facts

Lihat. Dengar. Rasakan. Seperti yang saya tulis di awal, pikiran negatif bisa muncul dari spekulasi yang ada di dalam pikiran. Nah, pikiran negatif haruslah kita ubah menjadi pikiran positif, dengan mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Namun, kita tidak akan pernah tahu apapun saat kita tidak melakukan tiga hal yang saya sebutkan itu, "Lihat, Dengar, Rasakan", bukan berpedoman kepada spekulasi imajinatif saja. Karena dengan mengumpulkan fakta, kita akan tahu bagaimana kondisi sebenarnya dari apa yang sedang terjadi atau apa yang sedang kita lakukan. Bila berbasiskan asumsi saja, atau bahkan imajinasi, tanpa ada bukti riil, maka itu adalah pesimisme belaka yang sulit untuk dihilangkan.

Yakinlah bahwa Anda punya pikiran negatif

Setiap orang pasti memiliki pikiran negatif. Namun, hanya orang yang yakin sajalah yang bisa menggunakannya secara benar. Nah, bila memang Anda sekarang memiliki pikiran negatif, rasakanlah pikiran tersebut, dan ubahlah pikiran tersebut menjadi pikiran positif, sebisa Anda. Dan, tentu saja, jangan berpura-pura bahwa kita tidak tahu bahwa kita punya pikiran negatif.

Allâhu a`lamu bi-s-shawabi

Copyright©2010 Pondok Pesantren Daar el-Qolam. All rights reserved.
Have anything to post? Why don't you send it to website_tim@hotmail.co.id?.
Share This Using Popular Bookmarking Services