Kegigihan... Sebuah kata yang sangat mudah untuk diucapkan di lidah. Tapi, sangat sulit dalam menggunakannya dalam setiap pekerjaan kita. Apalagi, membuatnya masuk ke dalam aliran darah kita...
Lihatlah sebuah perangko. Sekali tempel memang. Tapi kegigihannya saat tertempel di amplop surat membuat pesan yang ada dalam surat dapat tersampaikan kepada penerima. Hidup kita pun sama. Allah memberikan nyawa kepada kita satu, sehingga kita hanya satu kali hidup. Akan tetapi, Allah tidak memberi kita jaminan seperti halnya perangko untuk memiliki kegigihan dalam hidup kita...
Saya sangat percaya bahwa para juara sesungguhnya adalah orang-orang yang sangat gigih dan memegang teguh pendiriannya saat mereka hidup dan juga saat menghadapi segala rintangan hidup. Dahulu aku pernah dengar guruku berbicara seperti ini:
Tidak ada seorang pun yang berhasil melewati sebuah gunung. Tapi, semua pendaki gunung adalah orang yang hanya melewati bebatuan saja. Satu batu memang bisa membuat kita jatuh tersandung. Tapi, dengan kegigihan, kita bisa melewati semua bebatuan tersebut dan pada akhirnya kita melewati sebuah gunung.
Guruku memang orang yang sangat memahami arti dari sebuah kegigihan. Semua rintangan yang menghalangi dapat dilalui, meski berkorban banyak, dan itu dilakukannya tanpa keluhan yang berarti. Sepertinya beliau telah memiliki daftar bagaimana caranya untuk melewati semua rintangan tersebut.
Namun kadang, kegigihan yang ditunjukkan oleh seseorang dicemooh oleh kita yang tidak percaya. Dihina. Dikritik habis-habisan. Tapi, kegigihan tetap membuat mereka berada pada jalan yang seharusnya. Mereka anggap hinaan, cemoohan, kritikan, bahkan hingga ancaman sebagai sebuah cobaan dan mungkin tantangan yang harus dilewati dengan benar. Tanpa adanya kegigihan, seseorang yang mengalami hal-hal seperti itu umumnya menyerah sebelum mereka justru terjun ke medan pertempuran kehidupan yang sebenarnya.
Dan, akhirnya orang-orang yang benar-benar memahami arti kegigihan, serta mengalirkannya di dalam darahnya tertulis dalam sejarah. Orang-orang yang dulu justru dicemooh, kini dipuji. Beberapa di bawah ini adalah orang-orang itu:
- Ludwig van Beethoven, seorang komposer terkenal, adalah orang yang tuli. Tapi, dengan kegigihan, dia dapat membuat lagu-lagu yang bahkan tidak dapat didengarnya.
- Thomas Alva Edison, seorang penemu dari Amerika, memiliki masalah belajar saat ia kecil. Tapi, dengan kegigihan, dia dapat menerangi rumah kita setiap hari, dengan berulang-ulang kali mengalami kegagalan menemukan substansi yang tepat untuk bola lampu pijar.
- Albert Einstein, seorang ilmuwan Jerman, dahulu pernah tidak lulus SMA. Tapi, dengan kegigihannya, dia dapat membuat sebuah teori yang bisa mengguncangkan dunia. Begitu pula dengan Stephen Hawking yang cacat akibat penyakit Lou Gehrig's disease.
- Alexander Graham Bell, dengan kegigihannya dapat membuat kita dapat terhubung dengan orang yang berada sangat jauh dengan kita.
dan masih banyak lagi yang lainnya yang telah merasakan dan memahami arti kegigihan dengan sesungguhnya...
Dan, akhirnya, kegigihan adalah salah satu hal yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mendapatkan kemenangan di semua hal. Menurut riset, manusia itu hanya menggunakan sedikit saja kemampuan yang telah Allah berikan dari semua kemampuannya. Nah, hanya orang-orang yang memiliki kegigihanlah yang mampu lebih banyak menggunakannya, dan hasilnya pun bisa lebih ekstrem ketimbang orang-orang biasa, yang hanya biasa-biasa saja. Orang luar biasa sejatinya adalah orang-orang yang biasa, tapi melakukan segala sesuatu dengan luar biasa. Dan, keluarbiasaan yang ditunjukkannya adalah karena kegigihan yang telah mengalir dalam darahnya.
مَنْ جَدَّ وَجَدَ وَ مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Allahu A`lamu bi-s-shawabi
This writing is dedicated to Almarhum, Drs. K. H. Ahmad Rifai Arief, who passed away 13 years ago.