Junjung tinggi profesionalitas dengan..... 

Posted by Willy Saefurrahman | Thursday, July 29, 2010 12:22:57 AM

Tidak peduli apapun yang kita lakukan, mau jadi guru, santri, ustadz, pengurus, yang pasti kita harus menjunjung tinggi profesionalitas. Istilah profesionalitas merujuk pada menjaga mutu, kualitas, serta tindak-tanduk orang-orang yang memiliki profesi, agar tetap dapat secara terus dan konsisten menjalani profesi. Namun, bagaimana sih caranya menjunjung tinggi profesionalisme? Berikut ini adalah beberapa tips untuk melakukannya.

Melakukan pekerjaan kita melebihi harapan

Para profesional tidak diikat dengan waktu, atau mungkin beberapa dari mereka seolah tidak mengenal waktu kerja. Kesannya workaholic memang, tapi itu yang ada di benak mereka. Intinya adalah mereka dapat membagi waktu dan pekerjaan mereka, tapi tetap tidak melupakan kebutuhan untuk diri sendiri.

Para profesional juga diharapkan untuk mencetak hasil yang, bisa dibilang, bagus oleh semua yang menilainya. Memang agak sulit memberikan time-frame bagi mereka, apalagi saat anggaran tidak mencukupi dan juga banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi dengan prinsip "Work better than expected", mereka bisa melaluinya dengan sukses.

اِعْمَلُواْ فَوْقَ ماَ عَمِلُواْ...

Lakukanlah apa yang kamu bisa, melebihi apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang sebelum kamu...

Memiliki sebuah keahlian tersendiri

Salah satu makna dari profesional adalah dia menguasai sebuah keahlian tersendiri. Expertise. Dan mereka menjual keahlian mereka untuk menyambung hidup. Mereka memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam pekerjaan yang mereka geluti, atau paling tidak mereka tahu apa saja yang mereka butuhkan untuk mendapatkan hasil yang tinggi dalam pekerjaannya. Tentu saja, mereka para profesional melakukannya dengan segenap kemampuan mereka. Dan, mereka selalu kehausan dalam pengetahuan, khususnya apapun yang baru, sehingga mereka akan mencari terus pengetahuan apapun yang mereka belum ketahui.

Menomorsatukan kepuasan pelanggan

Memahami dan memuaskan kebutuhan pelanggan adalah salah satu kunci kesuksesan bisnis. Dan, bila memang menghendaki kesuksesan, maka hal tersebut haruslah kita lakukan, atau paling tidak dapat mengenali apa yang dibutuhkan oleh pelanggan agar puas. Lagipula, tanpa ada pelanggan, tidak ada yang disebut profesional.

Melakukan apa yang diucapkan, dan mengucapkan apa yang bisa dilakukan

Intinya adalah kita harus dapat melakukan apa yang kita pernah ucapkan dan tentu saja mengucapkan apa yang bisa dilakukan. Di sinilah kita harus mensinkronisasikan pikiran dengan lisan, agar ekspektasi yang diberikan kepada kita tidak berlebih. Saat ekspektasi yang diberikan kepada kita berlebih, tapi karena ada beberapa hal derajat kepuasan pelanggan tidak sampai "puas", maka bisa jadi, justru kita yang malah kehilangan kepercayaan yang sudah susah-susah kita cari.

فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ

Berpikirlah dahulu sebelum memiliki inisiatif untuk melakukan apapun...

Tidak terlalu membanggakan diri, tapi sanjung juga rekan kita

Dunia profesional memang banyak aksi sikut-menyikut, karena yang dipertaruhkan di sana adalah kredibilitas kita. Tapi, jangan lupakan bahwa di sana juga ada rekan yang juga justru memiliki kemampuan yang berbeda dengan kita, meski pada pekerjaan yang sama. Nah, di situlah kita sebaiknya memberikan sanjungan kepada rekan kita, khususnya bila bintang mereka sedang meredup akibat gemerlapnya cahaya dari bintang yang kita miliki. Profesional tidak egois, dan "maruk". 

Berbagi Ilmu

Memang enak memiliki ilmu yang unik hanya dimiliki kita sendiri. Tapi, sekali lagi, dunia profesional memang banyak aksi sikut-menyikut, dan apa jadinya saat kita tidak punya rekanan? Kita akan cenderung hidup sendirian dan dijauhi oleh rekan. Para profesional justru sebaiknya menghidupkan kompetisi dengan berbagi ilmu mereka kepada siapapun juga, termasuk kepada saingannya. Tujuannya adalah agar mereka mendapatkan umpan balik (feedback) dari kekurangan mereka.

Dalam dunia profesionalitas, tidak ada istilah "pintar" atau "bodoh", yang ada adalah "lebih dahulu tahu" dan "terlambat tahu". Jadi, bila memang kita tidak mengetahui apa yang orang lain ketahui, tidak ada salahnya bertanya kepada para yang tahu. Mereka, bila profesional, akan cenderung memberitahu dan berbagi ilmu mereka. Dalam pikiran para profesional, ilmu bisa diberitahu, tapi pengalaman haruslah dirasakan sendiri. Jadi, kenapa menyembunyikan ilmu? Lagipula dengan memberitahu ilmu yang relatif baru bagi para rekan atau pesaing, kita juga bisa tetap ada di depan mereka dengan pengalaman yang kita miliki dan tentu saja, belajar sesuatu yang baru.

Berterima kasih

Para profesional cenderung memiliki sikap berterima kasih atas apapun yang mereka dapati. Tujuannya adalah menghargai segala sesuatu yang mereka dapatkan, dan tentu saja, dengan ada kata "terima kasih", semakin meninggikan kesan para pelanggan bahwa kita akan melakukan apa yang kita lakukan lebih baik lagi.

Tidak malu untuk meminta maaf

Kadang, kita justru malu saat melakukan kesalahan saat melakukan tugas. Tapi, bagi profesional, mereka tahu bahwa segala kesalahan bisa saja terjadi, terlepas dari serapi apa pekerjaan kita. Dan, saat terjadi kesalahan tersebut, mereka tidak malu untuk meminta maaf, baik secara tertulis ataupun tidak. Kita pun bisa belajar dari kesalahan tersebut, dan menjadikan kesalahan sebagai sebuah pengalaman yang sangat berharga. Mungkin bisa saja kita tidak dipercaya lagi, tapi masih banyak pelanggan lain yang mungkin membutuhkan keahlian kita.

Menjunjung tinggi prinsip

Profesional cenderung memiliki prinsip yang sering menginspirasi mereka dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Prinsip yang pertama adalah "Taati prinsip". Prinsip yang telah dibuat di mana saja mereka berada. Di rumah. Di lingkungan pekerjaan. Di sekolah. Di mana saja.

Nah, sekarang, mari kita junjung tinggi profesionalitas kita....

Allâhu a`lamu bi-s-shawâbi

Tulisan ini adalah saduran dari beberapa materi pelajaran Willy Saefurrahman.
Copyright©2010 Pondok Pesantren Daar el-Qolam. All rights reserved.
Have anything to post? Why don't you send it to website_tim@hotmail.co.id?.
Share This Using Popular Bookmarking Services