Manfaat berbuat salah 

Posted by Willy Saefurrahman | Monday, July 19, 2010 12:50:47 AM

Banyak orang yang kini hidup dalam dunia di mana kesalahan sekecil apapun menjadi aib yang sangat besar. Paling tidak, dalam pikiran mereka. Tidak peduli apakah sebenarnya kesalahan yang mereka perbuat adalah besar atau kecil, mereka cenderung bertahan di posisi di mana mereka harus selalu benar. Itulah salah satu bentuk dari perfeksionisme.

Yeah, memang kita kadang diberitahu oleh para orang tua kita atau guru kita untuk tidak berbuat salah, atau bahwa berbuat salah adalah salah. Sepertinya, pasti ada yang menyalahkan kita bila kita melakukan sesuatu yang tidak benar~menurut pikiran pengamat atau konsensus. Nah, cara pandang seperti ini kadang membuat kita merasa takut untuk mencoba sesuatu yang mendatangkan risiko, karena kita cenderung takut duluan untuk bertindak. Memang berpikir negatif dan membuat antisipasi perlu dilakukan, tapi tidak harus sampai membuat diri kita pesimistis.

Berbuat salah, tidaklah seburuk apa yang digambarkan dalam kebudayaan kita, maka bawa rileks saja. Nah, bagaimana untuk membuat diri kita rileks saat berbuat salah? Bila kemarin saya menuliskan berpikir negatif dalam cara yang positif, kini saya menyarankan berpikir positif saat ada dalam posisi negatif: Lihat manfaatnya!

Berbuat salah adalah sebuah pengalaman belajar

Sebagian perfeksionis cenderung lupa bahwa manusia dapat belajar pelajaran yang sangat berharga dari tindakan atau apapun yang dilakukannya yang dinyatakan salah. Nah, saat mengetahui pelajaran berharga tersebut, akhirnya kita tahu apa yang kita bisa lakukan, dan mana yang tidak bisa kita lakukan, dan tentu saja kita harus menghindari apapun yang menjerumuskan kita kepada kesalahan lagi di masa yang akan datang. Saat kita melihat bahwa berbuat kesalahan adalah sebuah "kesempatan" untuk maju dan berkembang lebih jauh lagi, maka berbuat salah akan kehilangan stigmanya.Smile

Bila kita tidak khawatir diri kita berbuat salah, maka kita dapat mengusir semua ketakutan dalam diri kita, dengan bertindak sesuatu dengan bertanggung jawab. Kita tidak harus peduli lagi dengan perbuatan kita yang mungkin menjurus ke kesalahan, dan kita pun dapat mencoba hal yang baru serta rileks sedikit lebih lama. Kita juga dapat sedikit lebih lama menikmati hidup dengan kedamaian, dengan tidak menjadikan hidup kita sebuah neraka saat membenci diri karena apa yang kita kerjakan adalah salah dan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.

Berbuat salah berarti kita manusia

Sebuah hadîts Rasûlu-l-llâh S.A.W. menyatakan bahwa setiap anak Adam yang hidup memiliki sifat untuk berbuat salah, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah dia yang bertaubat untuk tidak kembali lagi melakukan kesalahan tersebut. Rahasia yang penting yang disimpan oleh manusia adalah bahwa mereka pasti ada kesalahan, kapan pun dan di mana pun. Bila kita berbuat kesalahan, maka yang lain juga bisa berbuat kesalahan yang sama, dan itu normal. Karena itu, cobalah untuk rileks sebentar. Jangan terlalu tergesa-gesa dalam menuntaskan segala pekerjaan tanpa kesalahan yang berarti. Sangat manusiawi, saya rasa, bila kita tidak merasa benar dalam setiap waktu kita sementara kita masih memiliki kapasitas untuk memahami dan belajar dari situasi.

Yakinlah bahwa berbuat salah merupakan sebuah tanda bahwa kita mencoba sesuatu hal yang baru dan mencoba pengalaman yang ada di dalam kehidupan di dunia ini. Cobalah untuk berpikir bahwa itulah cara bagaimana alam semesta mengajari kita, tentang kehidupaan kita.

Selanjutnya, tergantung pada diri kita, apakah hendak membuat kesalahan sebuah tragedi atau kesempatan.

ٱلحَقُّ مِن رَّبِّكَ‌ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلمُمتَرِينَ

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
(al-Baqarah: 147)

Allâhu a`lamu bi-s-shawâbi...

Copyright©2010 Pondok Pesantren Daar el-Qolam. All rights reserved.
Have anything to post? Why don't you send it to website_tim@hotmail.co.id?.
Share This Using Popular Bookmarking Services