Posted by Indra Jaya, M.A
| Wednesday, 28 July 2010 11:09:24 PM
Kyai Syahid tidak ingin terulang peristiwa berkenaan dengan masalah kepemimpinan yang terjadi setelah Kyai Rifa’i meninggal. Oleh karena itu, upaya kaderisasi kepemimpinan secara terbuka menjadi perhatian Beliau sejak lama. Upaya tersebut dimulai dari penyerahan pengelolaan secara penuh La Tansa kepada anak-anak Kyai Rifa’i. Setelah itu pengangkatan empat direktur di Daar el-Qolam pada pembukaan Khutbatu-l-`Arsy.
Lebih mengerucut lagi, penyerahan pengelolaan Daar el-Qolam kepada Ust. Nahrul Ilmi Arief dan Odhy Rosikhuddin dan akhirnya pemisahan tugas keduanya, Ust. Nahrul Ilmi di Daar el-Qolam I dan Ust. Odhy di Daar el-Qolam II (Program Excellent Class). Sementara Beliau berupaya mengembangkan kampus Dzaa Izza Daar el-Qolam III. Mengenai hal tersebut, dalam taushiyah wisuda santri kelas enam Program Excellent Kelas Beliau berkata, “Saya malu dengan singgungan Tuhan...,
Walyakhsyalladziina law tarakuu min khalfihim dzurriyyatan dhi’aafan khaafuu ‘alaihim..."
وَليَخشَ ٱلَّذِينَ لَو تَرَكُواْ مِن خَلفِهِم ذُرِّيَّةً ضِعَـٰفًا خَافُواْ عَلَيهِم فَليَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَليَقُولُواْ قَولاً سَدِيدًا (النِّسَاء: ٩)
(04/05/10)
Posted by Indra Jaya, M.A
| Saturday, 24 July 2010 11:03:10 PM
Masih dalam taushiyah untuk santri kelas enam yang akan lulus, Kyai Syahid juga menekankan kepada santrinya untuk mampu menjaga diri dan melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam kehidupan. Untuk itu Beliau berkata:
"يٰۤاَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُواْ أَنفُسَكُم وَأَهلِيكُم نَارًا"
Quu anfusakum wa ahliikum naaraa...!
Ciptakanlah lingkungan yang terbaik, paling tidak untuk diri kalian...!
(01/05/10)
Posted by Indra Jaya, M.A
| Wednesday, 21 July 2010 11:00:53 PM
Terus berubah menjadi lebih baik adalah motto yang Kyai Syahid tekankan kepada para Asatidz dan santrinya. Bagi Beliau, setiap pekerjaan tidak hanya rutin dikerjakan tetapi harus mendatangkan kemajuan walaupun sedikit dan mesti dikerjakan secepat dan seefesien mungkin. Beliau mengungkapkan:
"Zaman sekarang, alon-alon asal kelakon itu ketinggalan. Kita harus cepat tapi selamat. Kita tidak bisa revolusi, tapi kita bisa evolusi yang dipercepat..."
Posted by Indra Jaya, M.A
| Monday, 28 June 2010 11:30:00 PM
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan santri, Kyai Syahid mengajak para asâtidz untuk selalu memantau kinerja para pengurus ISMI (Ikatan Santri Madrasatul Mu’allimîn al-Islâmiyah). Beliau meminta agar paradigma kepengurusan harus dirubah dari paradigma penguasa menjadi paradigma tauladan. Untuk itu Beliau mengajak, "Kita rubah mereka menjadi bukan penguasa tetapi senior yang memberikan uswatun hasanah...!"
(07/05/10)
Posted by Indra Jaya, M.A
| Monday, 21 June 2010 11:25:24 PM
Kyai Syahid selalu mengingatkan seluruh komponen Pesantren untuk selalu melakukan inovasi dan tidak terjebak pada kehebatan masa lalu. Karenanya Beliau berkata, “ Jangan berfikir masa lalu, tapi belajar dari masa lalu untuk kebaikan masa depan..., wal tanzhur nafsun maa qaddamat lighad...
يٰۤاَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلتَنظُر نَفسٌ مَّا قَدَّمَت لِغَدٍ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعمَلُونَ - الحَشر ١٨
(07/05/10)
Posted by Indra Jaya, M.A
| Monday, 14 June 2010 11:47:53 PM
Bicara tentang semangat kerja yang dimiliki Kyai Syahid dalam membangun Pondok, ternyata tidak lepas dari contoh yang diberikan oleh dua orang yang paling berperan dalam pendirian Pesantren ini, Kyai Qoshod, ayahnya dan Kyai Rifa’i, Kakak sekaligus gurunya.
Kyai Syahid melihat bagaimana Kyai Qoshod yang tertimpa tembok saat pembangunan sebuah gedung sehingga menyebabkan luka, esoknya masih tetap bekerja melanjutkan pembangunan gedung tersebut. Dalam pandangan Kyai Syahid hampir tidak ada waktu Kyai Qoshod yang dihabiskan kecuali untuk bekerja sampai akhir hayatnya. Karena Beliau meninggal setelah paginya sempat membeli kapur untuk mengapur dinding gedung
Sedangkan dari sosok Kyai Rifa’i, Kyai Syahid menyaksikan bagaimana kepala kakaknya tersebut berada beberapa jengkal dari roda mobil, ketika terjatuh dari sepeda motornya hanya untuk mengambil satu sak semen bantuan dari seorang dermawan. Seperti sang Ayahanda, hampi seluruh waktu Kyai Rifa’i habis untuk membangun dan mengembangkan Pondok ini. Bahkan Beliau meninggal saat shalat zuhur, beberapa jam setelah melepas santri-santrinya berlibur.
“Dari sinilah saya memiliki motto: Lakukan apa yang dapat dilakukan..., jangan menunggu kesempatan...!” Ungkap Kyai Syahid.
(30/05/10)
Posted by Indra Jaya, M.A
| Tuesday, 25 May 2010 12:09:37 AM
yang diprotes malaikat adalah akhlak dan perilaku manusia
Posted by Indra Jaya, M.A
| Thursday, 20 May 2010 07:14:30 AM
Jâhiduu fillah...
berjuanglah sesuai dengan sunnatullah...
Posted by Indra Jaya, M.A
| Tuesday, 18 May 2010 01:00:00 PM
Berjuang itu untuk menang...
bukan untuk mati...
Posted by Indra Jaya, M.A
| Tuesday, 11 May 2010 03:28:23 PM
Posted by Indra Jaya, M.A
| Tuesday, 04 May 2010 03:22:39 PM
Be all-round, not all-wrong
Posted by Indra Jaya, M.A
| Saturday, 01 May 2010 03:41:40 PM
Agama tak bisa dipilah-pilih
Posted by Indra Jaya, M.A
| Sunday, 25 April 2010 03:18:43 PM
Alihkan sifat yang negatif kepada hal yang positif...
Posted by Indra Jaya, M.A
| Sunday, 04 April 2010 03:13:07 PM
Jangan hanya meniru simbol, tapi maknai simbol
Posted by Indra Jaya, M.A
| Sunday, 28 March 2010 12:04:00 PM
Peliharalah mawaddah dan rahmah untuk mencapai tujuan pernikahan, yaitu kehidupan yang sakinah. Kehidupan yang sejahtera...
Page 1 of 2 1