Alihkan sifat yang negatif kepada hal yang positif...
Posted by Willy Saefurrahman
| Sunday, 25 April 2010 03:18:43 PM
"Syahiduddin sih ga bisa jadi Kyai, orangnya ga sabaran dan pemarah..." Kata-kata yang terlontar dari sang guru sekaligus kakak kandungnya tersebut tentu sangat berbekas bagi Kyai Syahid. Akhirnya dalam setiap shalat Beliau selalu bermunajat kepada Allah SWT untuk selalu dianugerahi kesabaran, "Rabbanâ afrigh `alaynâ shabran wa tsabbit aqdâmana............" Demikianlah doa Beliau setiap waktu shalat.
Ketika Beliau menjadi Pemimpin Pesantren, Beliau bergerak dengan cepat. Di awal tugasnya sebagai pemimpin, Beliau tidak gengsi untuk bertanya kepada beberapa guru senior yang dianggap lebih menguasai masalah, karena ingin tahu masalah riil yang dihadapi Pondok daningin segera menyelesaikannya. Bahkan Beliau sangat berani mengambil kebijakan yang tidak populis, dalam upaya mewujudkan program-program Pondok. Apalagi untuk hal-hal yang menurutnya menjadi amanah allhumarhamhu Kyai Rifa'i. Akibatnya, kadang harus sedikit bersinggungan dengan beberapa orang bahkan dengan keluarga sendiri. Label "ga sabaran", malah menghasilkan banyak hal bagi kemajuan Pondok.
Menanggapi hal tersebut, Beliau berkata, "Saya meniru Allah SWT. Allah SWT juga punya sifat-sifat yang kelihatannya "negatif" seperti al-Mutakabbir dan al-Jabbar. Tetapi mesti Allah terlepas dari hal-hal yang negatif. Maka sifat negatif saya yang tidak sabaran itu saya salurkan kepada sesuatu yang baik berupa menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, dan sifat marah itu harus diarahkan kepada hal-hal yang bersifat kufur..., Muhammadun Rasûlullâh, wa-l-ladzîna ma`ahû asyiddâ’u `ala -l-kuffâri ruhamâ-u baynahum... "
©2010 Pondok Pesantren Daar el-Qolam