Kyai Syahid selalu berupaya mengingatkan santrinya untuk selalu memahami sebab akibat dalam kehidupan sehari hari, yang semuanya merupakan sunnatullah. Beliau selalu mengingatkan santrinya dengan mengutip ayat al-Quran ‘Fa-atba`a sababan tsumma atba`a sababan...” Mengenai hal ini dalam satu khotbahnya Beliau bertaushiyah:
“Kehidupan yang kita lalui, yang kita jalani, di rumah, di pasar dan di mana saja kita berada, tentu, manakala sejalan dengan ketentuan Allah: yang disebut hablun mina-l-llâh tentu tidak akan ada sebenarnya terjadi benturan-benturan yang berarti. Apalagi faktor “hablun mina-n-nâsi” menjadi dasar kehidupan kita, dalam keseharian kita, insyaf Allah tidak akan pernah terjadi hal-hal yang menyebabkan kesulitan bagi kita...
Kesulitan dalam kenyataan kehidupan yang kita dapat..., itu bukan karena alam, bukan karena Allah, bukan karena yang lain, tetapi karena kita sendiri....
Karena itu, jahiduu fillah..., berusahalah secara maksimal karena Allah. Yang dimaksud karena Allah adalah yang sesuai dengan sunnatullah...! Jangan menjemur pakaian ketika hujan turun, karena itu melanggar sunnatullah..., Jangan menanam padi di tengah lapangan karena itu melanggar sunnatullah...
Mari kita berupaya menyesuaikan diri kita..., bukan sunnatullah yang menyesuaikan dengan kita...., diri kita yang harus kita sesuaikan dengan sunnatullah... Karena semua kesulitan yang kita hadapi saat ini, tiada lain karena kita sudah jauh dari Allah..., dari sunnah-Nya...”