Jangan hanya meniru simbol, tapi maknai simbol 

Posted by Willy Saefurrahman | Sunday, 04 April 2010 03:13:07 PM

Kyai Syahid memiliki etos kerja yang sangat kuat. Beliau tidak pernah terlihat lelah dalam upaya pengembangan Pesantren. Beliau sangat mengutamakan aksi dibanding berlama-lama dalam teori. Beliau selalu menekankan semua orang di Pesantren untuk banyak bekerja bagi kemaslahatan manusia, bukan banyak berdebat untuk terlihat hebat. Maka kemudian terpampanglah di depan Gedung Saudi sebuah motto yang bersumber dari sebuah Hadits, "Khairu-n-nâsi ahsanuhum khuluqan wa anfa`uhum li-n-nâs."

Pentingnya karya nyata juga Beliau sampaikan dalam satu kuliah subuh, sekaligus memperingati Maulid Nabi SAW. Beliau mengajak santrinya untuk belajar dari sosok Mulia Rasulullah SAW yang tiada berhenti berbuat. Beliau bertaushiyah,

"...eksistensi manusia tidak cukup dengan nama tetapi yang terpenting adalah perbuatannya yang membawa manfaat bagi manusia Mari kita lihat, nama Muhammad' dalam Al-Qur'an hanya tertulis empat kali, tetapi ayat-ayat yang berkisah tentang kemuliaan Nabi Muhammad SAW sangat banyak.

Namun kebesaran yang dimiliki Nabi Muhammad SAW tidak lantas membuatnya sombong, malah berguna untuk kebaikan orang lain. Hal tersebut tercermin dalam bacaan tahiyyat yang di bacakan dalam shalat, "assalâmu 'alayka ayyuhâ-n-nabiyyu wa rahmatu-l-lâhi wa barakâtuhu," yang kemudian dilanjutkan dengan "assalâmu `alaynâ wa `ala `ibâdi-l-lâhi-s-shâlihîn". Hal tersebut juga dapat dilihat dari pesan terakhir beliau yang memikirkan masa depan umatnya menjelang kematian beliau.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW berarti memperingati manusia unggul yang dalam bahasa lain bisa disebut dengan manusia excellent. Untuk itu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan momentum untuk menjadi manusia terbaik, manusia yang excellent yang tercermin dalam tingkah laku dan perbuatan sehari-hari.

Maka mencintai Nabi Muhammad SAW tidak hanya dengan mentalfizkan salawat dan meniru simbol- simbol lahiriahnya saja seperti berpakaian jubah dan sejenisnya, yang lebih penting lagi adalah memaknai simbol-simbol tersebut dalam aktivitas sehari-hari yang tercermin dalam sifat, akhlak dan tingkah laku.

©2010 Pondok Pesantren Daar el-Qolam
Share This Using Popular Bookmarking Services