Mawaddah dan Rahmah, Jadikan Modal Sakinah 

Posted by Willy Saefurrahman | Sunday, 28 March 2010 12:04:00 PM

Dalam satu acara pernikahan, Kiai Syahid diminta memberikan khuthbah. Sebagai pembukaan khuthbah, beliau mengajak seluruh yang hadir untuk bersyukur yang direalisasikan dengan pengakuan kebenaran ajaran agama yang dibwa oleh Rasulullâh Muhammad SAW. Ternyata ajakan beliau untuk mengakui dan meyakini kebenaran ajaran agama berhubungn dengan apa yang beliau sampaikan berkenaan dengan masalah pernikahan. Beliau berkata:

"Saya tertarik dengan sebuah ayat yang dibacakan berulang-ulang olah Qâri' tadi, dan sangat laku diperdengarkan dalam acara pernikahan. Wa min âyâtihî an khalaqa lakum min anfusikum azwaajan, litaskunuu ilayhaa, wa ja`ala bainakum mawaddatan wa rahmatan...."

"Mari kita perhatikan....! Pada ayat ini mengandung satu kata yang diulang, yakni kata 'âyât': 'wa min âyâtihî an khalaqa lakum...' dan kemudian kita juga dapatkan 'la âyâtin liqawmin yatafakkarûna...'"

"Pengulangan ini mesti ada maknanya, karena Allah SWT tidak mungkin menciptakan sesuatu main-main..., dan merupakan tanda kebesaran Allah SWT dan itu hanya diketahui oleh hamba-Nya yang mau berfikir."

"Pertama, dalam ayat ini ada kata 'an khalaqa' yang menggunakan al-fi`lu-'l-mâdlî. Dalam ilmu nahwu, al-fi`lu-'l-mâdlî digunakan untuk sesuatu yang telah terjadi. Dengan demikian, di sini Allah SWT telah menentukan untuk setiap orang, pasangan hidupnya masing-masing. Dan, kenyataan taqdirnya terlihat dalam proses îjab qabûl."

"Kedua, ayat ini dilanjutkan dengan 'litaskunû ilayhâ...' yang merupakan tujuan dari pernikahan, tapi di sini menggunakan al-fi`lu-'l-mudhâri`, yang berarti sekarang dan yang akan datang. Artinya, untuk mencapai sakinah dalam perkawinan yang berupa keutuhan jasmani maupun rohani, harus diperjuangkan, baik saat ini maupun yang akan datang."

"Lalu, apa modal mewujudkan tujuan pernikahan itu? Mari kita lihat lanjutan ayat ini: 'wa ja`ala baynakum mawaddatan wa rahmatan...' Kembali lagi di sini Allah menggunakan al-fi`lu-'l-mâdlî yang berati sudah terjadi. Artinya, Allah SWT memberikan modal untuk menciptakan kehidupan yang sakinah berupa mawaddah dan juga rahmah di dalam diri kita."

"Maka, peliharalah mawaddah dan rahmah untuk mencapai tujuan pernikahan, yaitu kehidupan yang sakinah. Kehidupan yang sejahtera..."

©2010 Pondok Pesantren Daar el-Qolam
Share This Using Popular Bookmarking Services