Celebrating Birthday is not bad 

Posted by Willy Saefurrahman | Friday, May 28, 2010 A.D. (02:29:14 PM)

Allah berkata dalam surat al-Hasyr ayat 18:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٌ۬ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ۬‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ  - الحَشر ١٨

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Firman Allah dalam al-Quran tersebut memiliki implikasi untuk selalu melakukan perenungan tentang diri, atau dalam bahasa populisnya "self deep-diving". Sebagai orang yang beriman, Allah memberikan perintah agar bertakwa kepada Allah, lalu memperhatikan apa yang telah diperbuatnya, untuk kemudian bertakwa lagi kepada Allah. Perintah takwa Allah sebutkan dua kali dalam satu ayat, karena memang banyak orang yang mengalami lupa diri saat melakukan evaluasi diri, entah karena hasilnya "sangat istimewa", atau saat hasilnya "sangat buruk". Lupa diri, karena memang mereka melupakan Allah.

20 Mei 2010 ini usiaku beranjak 25 tahun. Seperempat abad perjalananan kehidupan bukanlah waktu yang singkat. Itu berarti ada 9125 hari yang telah aku lewati dalam kehidupan ini. Dan, dalam momentum ulang tahun ini, saya menulis sebuah opini tentang "Celebrating Birthday is Not Bad"~kenapa merayakan ulang tahun bukanlah sebuah hal yang buruk. Saya memiliki dua alasan: yang pertama adalah tidak adanya dalil naqli/nash yang menunjukkan adanya ketidakbolehan untuk merayakan ulang tahun dan yang kedua adalah karena tujuannya. Bila memang tujuan dari diadakannya merayakan ulang tahun adalah tujuan untuk merusak (seperti merusak diri dengan mengadakan pesta yang di dalamnya terdapat minuman keras), maka that could be even worse.

al-Umûru bi maqâshidihâ...
Everything has its purpose, even if the purpose is nothing to be found.

Dalam rangka menyambut ulang tahun, maka yang harus kita jadikan tujuan adalah muhâsabah diri. Introspeksi diri, yang sesuai dengan ayat di atas, dimulai dengan ketakwaan kepada Allah Yang Maha Agung, dan juga diakhiri dengan ketakwaan (lagi) kepada Allah yang Maha Kuasa. Ada beberapa hal yang saya anggap penting dalam rangka membuat ulang tahun menjadi sebuah hal yang bisa mengingatkan kita bahwa usia kita bertambah--yang dengan demikian jatah usia kita berkurang, yakni sebagai berikut:

Rayakan ulang tahun dengan mengingat-ingat kesuksesan apa yang pernah kita raih.

Merayakan ulang tahun tidaklah harus dilakukan dengan pesta-pesta yang membuat lupa diri kita kepada Allah. Dan, sebagai momentum perayaan itu, kita harus ingat dan kesuksesan apa yang telah kita raih pada masa yang lampau. Tentu saja, bukan hanya kesuksesan, tapi juga kegagalan yang telah kita alami, karena saya percaya bahwa kegagalan yang kita alami adalah sebuah kesuksesan yang belum waktunya. Semakin bertambah usia yang telah kita habiskan, maka seharusnya lebih banyak pengalaman yang telah kita raih, dan juga kegagalan yang kita terima. Jadikan sebagai starting point untuk melaju lebih kencang lagi di masa yang akan datang.

Rayakan ulang tahun dengan memfokuskan diri pada apa yang kita lakukan sekarang.

Merayakan ulang tahun juga bisa dilakukan dengan cara memfokuskan diri pada apa yang telah kita lakukan sekarang. Bila poin pertama adalah untuk melihat masa lalu untuk menjadi starting point, poin kedua bisa mengingatkan kita tentang progres dan kemajuan yang kita telah lakukan dalam pekerjaan yang sedang kita lakukan. Nah, dalam poin kedua ini, apa yang kita lakukan adalah dengan menuliskan beberapa hal yang kita anggap sebagai "milestone" dalam pekerjaan kita, apapun pekerjaannya, dan juga jangan lupakan kemampuan apa yang kita raih dari apa yang kita lakukan.

Rayakan ulang tahun dengan belajar dari apa yang kita alami sekarang.

Buat apa meratapi masa lalu atau melihat hari ini tanpa mengambil iktibar dan pelajaran. Kesalahan yang kita lakukan adalah hal yang sangat biasa sekali. Bisa jadi efeknya luar biasa. Namun demikian, bila kita dapat belajar dari apa yang telah kita lakukan dan yang sedang kita lakukan, dengan cara mengambil inspirasi serta hikmah di balik segala sesuatu, maka ada kemungkinan hidayah Allah juga akan semakin mendekat.

Rayakan ulang tahun dengan membuat perencanaan apa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang.

Dengan membuat semacam roadmap perjalanan hidup, antara past dan present, dengan ditambah lagi dengan terus belajar dari semakin matangnya usia, maka kita juga sebaiknya merayakan ulang tahun dengan membuat perencanaan tentang apa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang, dengan berkaca pada ketiga poin di atas.

Rayakan ulang tahun dengan tetap berada pada jalan Allah.

Ini adalah poin yang paling penting, bila aku lihat dari ayat al-Quran di atas: Takwa kepada Allah yang disebut dua kali. Kadang-kadang, kita sebagai manusia tidak tahan diuji dengan kesuksesan. Kesuksesan yang telah kita raih dengan cara-cara seperti pada poin pertama, poin kedua, poin ketiga, dan poin keempat kadang membuat kita lupa akan Allah. Begitu pula dengan kegagalan yang kita alami, yang mungkin bisa membuat kita frustrasi, dan bisa saja sampai memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup.

Untuk itulah ketakwaan kita harus kuat.Dengan tetap berpegang teguh pada jalan Allah, dengan cara tetap bertakwa, maka dengan izin Allah, kita akan mendapatkan apa yang kita idam-idamkan: fî-d-dunyâ hasanatun, fî-'l-âkhirati hasanatun (kebaikan di dunia, dan juga kebaikan di akhirat).

Semoga Allah memberikan jalan hidayahNya kepada kita semua.
Allahu a`lamu bi-s-shawabi.


Disclaimer:
Saya memang memublikasikan tulisan ini pada tanggal 28 Mei 2010, tapi sebenarnya tulisan ini saya tulis 9 hari yang lalu.

Copyright © 2009-2010
Share This Using Popular Bookmarking Services