• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Peran Pendidikan IPA Dalam Pembentukan Karakter Bangsa

    Undang-undang dasar Republik Indonesia pasal 31 ayat 1 menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” ini menyatakan bahwa pentingnya pendidikan bagi setiap warga negara. Warga negara yang mampu ataupun tidak mampu semuanya mendapatkan hak yang sama dalam bidang pendidikan

    IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Siswa sedang melakukan kegiatan pengamatan dengan menggunakan mikroskop di laboratorium sekolah  - mutt 2012 02 15 pic1 600x450 - Peran Pendidikan IPA Dalam Pembentukan Karakter Bangsa
    Siswa sedang melakukan kegiatan pengamatan dengan menggunakan mikroskop di laboratorium sekolah

    Pendidikan IPA telah berkembang di negara-negara maju dan telah terbukti dengan adanya penemuan-penemuan baru yang terkait dengan teknologi. Akan tetapi di Indonesia sendiri belum mampu mengembangkannya. Pendidikn IPA di Indonesia belum mencapai standar yang diinginkan, padahal untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sains penting dan menjadi tolok ukur kemajuan bangsa.

    Kenyataan yang terjadi di Indonesia, mata pelajaran IPA tidak begitu diminati dan kurang diperhatikan. Apalagi melihat kurangnya pendidik yang menerapkan konsep IPA. Permasalahan ini terlihat pada cara pembelajaran IPA serta kurikulum yang diberlakukan sesuai atau bahkan mempersulit pihak sekolah dan siswa didik, masalah yang dihadapi oleh pendidikan IPA sendiri berupa materi atau kurikulum, guru, fasilitas, peralatan siswa dan komunikasi antara siswa dan guru dan hubungan dengan masyarakat luar sekolah

    Pada pembukaan UUD 1945 amandemen pasal 31 ayat ke 5 dinyatakan bahwa Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia, Peningkatan kualitas pendidikan di negara Indonesia sampai saat ini pun masih berlanjut, dengan menyeimbangkan antara ilmu-ilmu bidang umum dengan ilmu-ilmu bidang agama. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah:

    وَ ابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَ لَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَ أَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَ لَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ [٢٨:٧٧]

    “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al Qashash: 77).

    Menurut Simon Philips dalam buku Refleksi Karakter bangsa (2008) karakter adalah kumpulan tata nilai menuju pada suatu sistem, yang melandasi sikap dan perilaku yang ditampilkan. Cara berpikir dan berperilaku yang menjadi cirri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat bangsa dan negara.

    Karakter seperti apa yang dapat dijadikan teladan. Maka, karakter yang paling ideal adalah intelektual profetik, yaitu:

    1. Sadar sebagai makhluk ciptaan Tuhan
    2. Cinta Tuhan
    3. Bermoral, jujur, saling menghormati
    4. Bijaksana
    5. Pembelajar sejati
    6. Mandiri
    7. Kontributif

    Terdapat lima tipologi pendidikan karakter yaitu:

    1. Pendekatan penanaman nilai
    2. Pendekatan perkembangan moral kognitif
    3. Pendekatan analisis nilai
    4. Pendekatan verifikasi nilai
    5. Pendekatan pembelajaran berbuat

    Kemudian kelima pendekatan tersebut diperjelas lagi dalam delapan belas karakter bangsa yang hendaknya kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tersebut antara lain:

    1. Religius
    2. Jujur
    3. Toleransi
    4.  Disiplin
    5. Kerja Keras
    6. Kreatif
    7. Mandiri
    8. Demokratis
    9. Rasa Ingin Tahu
    10. Semangat Kebangsaan
    11. Cinta Tanah Air
    12. Menghargai Prestasi
    13. Bersahabat/komunikatif
    14. Cinta Damai
    15. Gemar Membaca
    16. Peduli Lingkungan
    17. Peduli Sosial
    18. Tanggung-jawab
    Siswa Menanam tanaman hias dalam pot di sekitar sekolah  - mutt 2012 02 15 pic3 600x450 - Peran Pendidikan IPA Dalam Pembentukan Karakter Bangsa
    Siswa Menanam tanaman hias dalam pot di sekitar sekolah

    Namun, nilai-nilai karakter bangsa tersebut di atas kini hanyalah wacana dalam retorika tapi sulit kita lihat dalam realita kehidupan. Kondisi seperti ini memerlukan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menanam, menyiram dan memupuk kembali nilai-nilai karakter bangsa di dalam hati nurani generasi bangsa, sehingga tumbuh dan berkembang kembali dalam ucapan dan perilaku kehidupan masyarakat.

    Menumbuhkembangkan nilai-nilai karakter bangsa harus sinergi dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Apabila ketiga pilar penopang keberhasilan pendidikan tidak memiliki komitmen, dan integritas moral, maka sulit kiranya nilai-nilai karakter bangsa tersebut di atas tertanam dalam ucapan dan perbuatan peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

    Penulis:

    Seorang guru di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2

    Leave a comment

    %d bloggers like this: