• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Berakhirnya King and Queen of Language 2011

    King and Queen Language berlangsung meriah. Para finalis saling bersaing untuk membuktikan siapa dirinya yang pantas untuk jadi Raja dan Ratu bahasa sesungguhnya.

    Acara diawali dengan Bagian Pusat Bahasa (baca: CLM) dan Bagian Rayon Bahasa (baca: BLM) masuk ke tengah-tengah penonton. Lalu membuat sebuah barisan seperti pagar betis yang diiringi dengan sebuah lagu romantis, I’m Yours, milik Jason Mraz. Dilanjuti oleh CLM yang menyusul BLM yang telah membuat barisan terlebh dahulu. Sekarang terjadilah tatapan antar muka satu sama lain, lelaki dengan laki juga dengan pengurus wanita dengan pengurus wanita. Disambung dengan pemberian sebuah kamus secara simbolik yang menandakan bahwa CLM telah memberikan kepercayaan dan amanat kepada BLM sebagai pengganti dan penerus kepengurusan bagian bahasa.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan peresmian acara King and Queen of Language oleh Al-Ustadz Humaedi.M.Z, sebagai direktur bahasa di Pondok Pesantren tersebut. Setelah beberapa pesan yang disampaikan olehnya, lalu acara resmi dibuka dengan memukul sebuah drum. Penonton semakin serempakbertepuk tangan dan meneriaki nama-nama jagoannya. Sehabis drum dibunyikan, acara dilanjutkan dengan masuknya 10 finalis, 5 finalis pria dan 5 finalis wanita, top ten! Konsepnya sama seperti acara pembuka, namun bedanya sekarang hanya pengurus BLM nya saja yang masuk ke tengah penonton dan membuat sebuah barisan laki-laki dan perempuan dengan masing-masing memegang sebuah lilin.

    Suasana yang romantis menjadikan penonton lebih histeris dari sebelumnya. Bayangkan, para finalis memakai kostum yang indah dan berbeda dengan lainnya, juga aksesoris yang mempercantik tubuh mereka. Apalagi finalis dari santriwati yang ramai atau penuh dengan pernak-pernik hiasan di tubuhnya. Begitu pula dengan finalis dari santriwan, mereka terlihat tampan dan ganteng sekali di malam itu. Kenapa? Karena mereka sangat berbeda seperti malam-malam biasanya. Mereka terlihat special dari yang lain. Ya, tentu saja. Kapan lagi mereka bisa seperti ini lagi. Ajang ini adalah sangat langka. Di mana orang bisa berekspresi sepuas mereka, terutama dalam berbahasa.

    Background ikut membubui suasana panggung. Laksana seperti istana, dimana terdapat Raja dan Ratu di dalamnya. Tak lupa, mahkota ikut melengkapi arti dari acara tersebut. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Ustadz Giri-pembimbing acara tersebut- bahwa acara itu adalah acara terakhir oleh bagian bahasa angkatan 2009-2010. Jadi, ini adalah acara puncak dari bagian bahasa dan otomatis seharusnya acara ini harus benar-benar bermakna dan berkesan.

    Para finalis naik ke atas panggung ditemani oleh deputi bagian bahasa yang membawa mahkota untuk calon Raja dan Ratu bahasa. Setelah finalis di kenalkan kepada penonton dan di sambut meriah oleh mereka, para finalis turun panggung yang kemudian di gantikan oleh naiknya 2 orang MC. Yuph, kedua orang tersebut adalah tak lain dari masing-masing ketua bahasa dari pihak santriwan dan santriwati. Suatu perpaduan yang sangat pas dan serasi bukan.

    Finalis kemudian dipanggil satu persatu maju ke depan untuk diuji kemampuannya. Kriteria yang dinilai oleh para juri haruslah memenuhi 3 syarat. Yaitu; performance, knowledge, dan English skill-nya. Adapun finalis harus menjawab dan mempresentasikan sebuah pertanyaan dari 10 masalah yang disediakan oleh panitia dengan menggunakan 2 bahasa, Arab dan Inggris. Satu menit untuk Inggris dan satu menit Arab. Finalis memilih soalnya dengan mengambil bola secara acak dan langsung mempresentasikannya pada saat itu juga. Jadi Raja dan Ratu tidaklah mudah semudah membalikkan telapak tangan. Mereka harus berjuang keras dahulu dengan menjawab masalah yang diberikan. Cukup sulit memang, terbukti banyak dari finalis yang kelihatan gugup dan kaku dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.

    Perjuangan belum selesai, ada harus 1 pertanyaan yang harus mereka jawab dan ini adalah penentuan terakhir. Pertanyaan ini diberikan oleh Al-Ustadz Indra Jaya, M.A, salah satu dari juri tersebut. Pertanyaannya adalah “bagaimana pendapat finalis tentang kebersihan serta penanggulangannya?”. Mereka diberikan kebebasan memilih bahasa apa yang ingin disampaikan. Akhirnya semua peserta dapat menyelesaikan pertanyaan terakhir dengan baik.

    Sementara juri rapat untuk merundingkan siapa yang berhak untuk jadi Raja dan Ratu bahasa, CLM mempunyai satu agenda terakhir yang ingin diperlihatkan kepada para penonton. Mereka mempertunjukkan aksi sing a song dengan tema “CLM Style“. CLM putri menyanyi sebuah lagu dahulu sambil duduk di kursi dengan judul “I Have a Dream“ punyanya Westlife, Boyband dari Irlandia. Dilanjuti dengan CLM putra yang tiba-tiba masuk dari belakang panggung dan membelakangi CLM putri yang sedang menyanyi. Suasana panggung semakin menjadi fantastis kehadiran CLM putra yang bernyayi duet dengan CLM putri.

    Detik-detik yang ditunggu-tunggu semakin dekat. Finalis dan penonton semakin tegang dengan hasil yang akan keluar, siapa Raja dan Ratu Bahasa di tahun 2010 ini. Akhirnya, juri sudah memutuskan siapa yang berhak memakai mahkota kebanggan Pondok Pesantren Daar el-Qolam. Juri membacakan hasilnya. Adapun hasilnya sebagai berikut:

    Finalis putra
    5. Syaiful Anwar 890
    4. Fairuz Zabadi 970
    3. Firmansyah 1010
    2. M.Haidir Ali 1020
    1. Dailami Firdaus 1030
    Finalis putri
    5. Ida Mursyidah 830
    4. Naila Rahma 830
    3. Hani Cahyati 920
    2. Eva Latifah 980
    1. Nurul Wilda 1090

    Dengan begitu, dengan jelas sudah dipastikan siapa yang menjadi Kind and Queen of Language 2010. Iya, Dailami Firdaus dan Nurul Wilda-lah yang menjadi “King and Queen” di tahun ini. Selamat ya, untuk kalian! Dailami mungkin akan menambahkan catatan di buku prestasinya.

    Good luck deh! Semoga kalian benar-benar menjadi Raja dan Ratu sebenarnya dan memberikan motivasi atau teladan bagi teman-teman kalian. Amiin! (Red/U-Qi)

    Tags

    Leave a comment

    %d bloggers like this: