• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Lukisan Latifah

    Terkadang aku tak menyangka harus mempunyai teman sekolah yang selalu iri dengan kesuksesan temanku yang lain, dan sampai-sampai ia mengerjai temanku hingga ia malu untuk masuk sekolah lagi, dan aku menilai itu sudah benar-benar keterlaluan untuk dibiarkan.

    Sekolah suka raya di Bogor adalah sekolah dasar yang nyaman ditempati waktu aku SD, dan disana sangat menyenangkan walau ada saja yang tak senang dengan apa yang aku lakukan.

    Sebut saja latifah teman perempuanku yang ia adalah tetangga sebelah rumahku walau ia hidup dalam keluarga yang sederhana namun aku senang mempunyai sahabat sepertinnya. Dega, Bagas, dan Milla juga sabahat terbaiku yang selau bercanda dan mengisi suasana hari-hari di sekolah semakin mengasikkan.

    Menjadi kakak kelas 6 memang menyenangkan walau banyak sekali tugas yang waktu itu guru bebankan kepada kami namun, dengan cara itulah kami bisa lulus dari sekolah ini.

    2 minggu yang akan datang hari itu menjadi saksi perpisahan kami yang sangat mengenang dan kami tak mau membuat angkatan kami menjadi buruk di pandangan para guru tercinta ,oleh sebab itu kami membuat acara pentas karya dan seni untuk di pertontonkan ,sekaligis membuat kenang –kenagan yang tak akan terlupakan oleh semuanya.

    Pesiapan yang dilalukan hamper selesai dan minggu depan adalah hari yang kami tunggu.Namun tak terbayang dalam kesenangan kami, salah sutu teman kami memiliki masalah dan itu sangat menyedihkan . Latifah sahabatku adiknya sakit usus buntu dan harus segera di oprasi dalam beberapa hari ini ,namun biaya dalam operasi ini cukup mahal ,dan dengan hal ini aku sebagai sahabatnya harus berbuat sesuatu yang dapat membantunya. ku yakin ada satu hal yang dapat membantunya.

    Beberapa hari ini aku dan ia membuat beberapa karya seni yaitu sebuah lukisan dinding yang natinya akan di berikan oleh kepala sekolah namun, dengan permintaan ku aku bilang padanya akan berusah agar lukisan ini kita jual saja, “barang kali ada seseorang yang dermawan yang akan memberikan sedikit rizkinya untuk membantumu”.

    Walau hanya beberapa anak saja yang tahu tentang hal ini namun Latifah sangat bersyukur masih ada yang ingin membantunya.

    Besok adalah hari pameran karya kelas enam namun disana kita berharap ada seseorang yang akan membeli lukisan Latifah yang bagus sekali .

    Hari ini adalah hari bahagia kelas enam di SD Suka Raya, dan disana para wali murid datang dan melihat hasil karya kami, serta anak-anak yang mereka banggakan .Tak lupa diantara lukisan tersebut kami taruh lukisan latifa sehingga bisa terlihat juga.

    Pada akhirnya ayah Doni ,bersedia membeli lukisan latifah dengan harga 2.000.000 jt rupiah, kami semua menangis dan memeluknya ayahnya doni seakan inilah rasa terima kasih kami karena ayah Doni mau membantu Latifah untuk pengobatan adiknya sekarang.

    Kami pun berterimakasih untuk Doni karena ia sudah mau membantu Latifah, padahal ia adalah anak yang selalu mengejek Latifah sebagai orang miskin, sekaligus Doni meminta maaf dengan sangat, karena selama ini ia selalu menjahili Latifah hingga ia malu untuk masuk sekolah. kami pun menerima permintaan maafnya. Dan di hari itu kami berbahagia bersama-sama tanpa ada rasa kesedihan di hari perpisahan kami.

    Tags

    Leave a comment

    %d bloggers like this: