• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Imunisasi Difteri di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2

    Manfaat imunisasi difteri perlu diketahui oleh para orang tua untuk menumbuhkan kesadaran bahwa mencegah difteri itu lebih mudah daripada mengobatinya. Kita semua sudah tahu jika penyakit difteri adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa khususnya bagi anak-anak.

    Ketika muncul, difteri bisa dengan sangat cepat menyebar dan mewabah karena sifatnya yang mudah menular. Terbukti tahun 2017 ini di Indonesia terjadi kembali KLB difteri yang mewabah di berbagai daerah. Sebenarnya penyakit difteri ini sudah terbilang cukup langka, jumlah penderita difteri di dunia terus menurun dari tahun ke tahun seiring dengan semakin meratanya pemberian vaksin anti difteri di seluruh dunia.

    Di Indonesia sendiri, bisa dikatakan difteri sudah cukup lama hilang. Namun pada tahun 2007 mulai terjadi peningkatan kasus difteri yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Puncaknya terjadi pada tahun 2012 yaitu sebanyak 1.192 kasus, tahun 2013 sebanyak 767 kasus, kemudian menurun, dan kembali meningkat di tahun 2017 dengan 593 kasus (data November 2017).

    Ini yang sering jadi pertanyaan, mengapa difteri dapat menyebar dengan cepat dan mewabah di suatu daerah? Hal ini sejatinya disebabkan karena sifat bakteri Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah berpindah dari satu penderita ke orang lain di sekitarnya, juga karena status imunitas (kekebalan) masyarakat Indonesia terhadap penyakit ini yang belum merata. Kesenjangan imunitas atau yang istilahnya disebut dengan immunity gap ini bisa menjadi awal munculnya penyakit difteri di suatu daerah.

    Awalnya penyakit difteri muncul pada orang-orang yang tidak kebal terhadap difteri, dan kemudian menularkannya pada orang-orang di sekitarnya (termasuk yang sudah di imunisasi). Terlepas dari berbagai kontroversi yang muncul, namun data membuktikan jika sejauh ini imunisasi dengan pemberian vaksin adalah cara yang paling ampuh dan efektif untuk mencegah dan menanggulangi wabah penyakit difteri.

    Di tahun 2017 ini, hingga bulan November sudah tercatat 593 kasus difteri di Indonesia dengan 32 penderita meninggal dunia. Dari seluruh penderita yang terserang difteri tersebut 66% diantaranya tidak mendapat imunisasi, 31% imunisasi tidak lengkap, dan 3% penderita dengan imunisasi lengkap. (sumber: Ditjen P2P Kemenkes). Data menunjukkan proporsi terbesar penderita difteri di Indonesia tahun 2017 ini adalah mereka yang tidak mendapat imunisasi sama sekali, kemudian disusul oleh mereka yang mendapat imunisasi tapi kurang lengkap, dan sebagian kecil penderita yang mendapat imunisasi lengkap.

    Karena begitu pentingnya imunisasi difteri bagi masyarakat, maka pondok pesantren Daar el Qolam bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang Banten, mengadakan imunisasi bagi para santri dan para pengajarnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Maret 2018 bertempat di Gedung Serba Guna (GSG Ulul Irfan) Pondok Pesantren Daar el Qolam 2.

    Ditulis oleh Ustzh. Santika Dwi Purnama

    Tags
    Penulis:

    Seorang guru di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2

    Leave a comment

    %d bloggers like this: