• +622159576882 |+622159576730
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Kewajiban Memperbaiki Barisan Shalat

    Banyak sekali kita dapati masjid-masjid sekarang ini, baik di perkampungan maupun perkotaan, yang saf atau barisan solatnya tidak rapi, alias antara satu kaki dengan kaki lain berjarak. Tidak jarang pula didapati barisan tengah yang kosong tidak ada yang mengisi. Padahal merapikan saf ketika akan melakukan solat merupakan suatu kewajiban yang Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi wa Sallam perintahkan kepada umatnya. Hal ini didasari dari perintah beliau yang terkandung dalam banyak hadis. Diantaranya adalah seperti yang diriwayatkan oleh Jabir bin Samuroh, Beliau Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda:

    ألا تصفّون كما تصفّ الملائكة عند ربّها؟ قالوا يا رسول الله: وكيف تصفّ الملائكة عند ربّها؟ فقال عليه الصّلاة والسّلام: يتمّون الصّفوف الأول ويتراصّون الصّفّ

    “Mengapa kalian tidak berbaris sebagaimana malaikat berbaris di sisi Robbnya?” Maka kami berkata,“Wahai Rasululloh, bagaimana malaikat berbaris di sisi Robbnya?” Beliau bersabda, “Mereka menyempurnakan barisan awal dan menempelkan diri dalam barisan.” (HR. Muslim 651)

    Hadis tersebut memberikan kita gambaran, bahwa para sahabat zaman dahulu sangat berusaha merapikan dan merapatkan barisan mereka saat hendak melakukan solat. Hal itu karena mereka sangat patuh dan taat dengan apa yang Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi wa Sallam perintahkan kepada mereka seperti di dalam hadis tadi. Adapun tata cara merapikan barisan solat yang sesuai ajaran Nabi adalah sebagaimana di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdulloh bin Umar berikut ini, bahwasannya baginda Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda:

    أقيموا الصّفوف فإنّما تصفّون بصفوف الملائكة وحاذوا بين المناكب وسدّوا الخلل ولينوا في أيدي إخوانكم ولا تذروا فرجات للشيطان ومن وصل صفا وصله الله تبارك وتعالى ومن قطع صفا قطعه الله

    “Luruskanlah shaff (barisan), karena kalian berbaris dengan barisan para malaikat. Dan setarakanlah pundak-pundak kalian, tutuplah barisan yang lowong, dan berlunaklah terhadap tangan saudara kalian, dan jangan biarkan barisan yang lowong untuk dimasuki setan. Dan barang siapa menyambung barisan solat, Allah akan menjalin hubungan terhadapnya. Sebaliknya barang siapa memutuskan barisan shalat, Allah akan memutus hubungan terhadapnya.” (HR. Ahmad 5466)

    Dalam hadis tadi, setidaknya ada 4 hal yang bisa kita perhatikan ketika hendak melakukan solat, yaitu:

    1. Hendaknya kita meluruskan shof atau barisan, agar barisan tidak terlihat maju sedikit atau mundur sedikit. Semuanya lurus dan tidak bengkok-bengkok.
    2. Merapatkan pundak-pundak ketika hendak melakukan solat, merupakan cara agar saf atau barisan tidak terlihat lowong sehingga bisa diisi oleh setan.
    3. Walaupun harus merapatkan pundak tetap kita diperintahkan untuk berlunak terhadap tangan teman yang ada di samping kita, maksudnya adalah jangan menyakiti mereka dengan tangan atau siku kita yang menempek kepada mereka.
    4. Kesempurnaan solat adalah berada pada kesempurnaan barisan solat dan ini bisa memperbaiki hubungan kita dengan Allah.

    Karena itu wajib bagi imam untuk selalu mengingatkan akan pentingnya meluruskan shof sebelum melakukan solat, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi wa Sallam saat hendak melakukan solat dari hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, beliau Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda:

    سوّوا صفوفكم فإنّ تسوية الصّفوف من إقامة الصّلاة

    “Luruskanlah shaff-shaff kalian, karena lurusnya shaff adalah bagian dari ditegakkannya shalat.” (HR. Bukhori 681)

    Di dalam riwayat lain dari Anas bin Malik, Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda:

    سوّوا صفوفكم فإنّ تسوية الصّفوف من تمام الصّلاة

    “Luruskanlah shaff-shaff kalian, karena lurusnya shaff adalah bagian dari kesempurnaan shalat.” (HR. Muslim 656)

    Oleh karena itu hendaknya setiap muslim memperhatikan perkara ini dan selalu mengingatkan temannya yang lain ketika akan melakukan shalat untuk merapikan shaff-nya. Sehingga terjalinlah kerjasama untuk merapikan shaff dari ketidaklurusan dan kelowongan barisan sebelum melakukan solat. Semoga kita selalu diberikan hidayah oleh Allah.

    Wallohu a’lam bishowab.

    Sumber: https://raysepuid.tumblr.com/post/183466847248/kawan-perhatikan-saf-mu

    Ditulis oleh: al-Ustadz Rayi Setiadi Putra

    Tags

    Leave a comment