• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    E-Learning Daar el-Qolam, Solusi dan Hikmah yang Bersemi di Tengah Pandemi

    “Izinkan saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pesantren dengan adanya E-learning ini, Daar el-Qolam ternyata cukup sigap menanggapi kondisi wabah pandemi saat ini. Mantap!ā€

    Begitulah untaian kata yang disampaikan oleh seorang wali santri Daar el-Qolam 2 melalui aplikasi pesan WhatsApp. Pesan tersebut dikirimkan persis saat hari perdana launching penggunaan kelas maya Daar el-Qolam yang menggunakan layanan situs web E-LearningĀ atauĀ electronic learning, tepatnya pada hari Ahad, 14 Juni 2020. Rentetan kata tersebut layaknya sebuah bentuk testimoni jujur yang diungkapkan langsung oleh seorang wali santri yang begitu antusias dan bahagia, saat melihat dan menemani sang anak yang sudah dapat kembali aktif belajar pada tahun ajaran baru ini, walau pun proses pembelajarannya masih dilakukan secara daring atau online dari rumah, melalui layanan kelas E-LearningĀ yang disediakan dan difasilitasi oleh pondok pesantren.

    Sebelumnya, mungkin saja ada di antara kita yang berpikiran dan merasa ragu bahwa sebuah yayasan pendidikan seperti pondok pesantren bisa melakukan pembelajaranĀ E-learningĀ tersebut, karena anggapan dan pandangan terhadap pondok pesantren yang selama ini masih dinilai oleh sebagian orang sebagai lembaga pendidikan tradisional yang belum tersentuh kemodernan. Namun, faktanya sudah banyak pondok pesantren di Indonesia yang sudah melabelkan diri sebagaiĀ Pondok Pesantren ModernĀ yang tetap berpegang teguh dengan nilai-nilai tradisi dan ajaran agama, namun tidak ā€˜alergiā€™ bahkan cenderung merespon terhadap modernisasi. DanĀ Daar el-QolamĀ adalah salah satunya.

    Siapa yang menyangka sebelumnya bahwa tahun 2020 akan menjadi seperti apa yang kita rasakan saat ini?

    Bahkan, terkadang kejadian luar biasa ini seolah bagaikan sebuah mimpi, karena ini benar-benar pertama kalinya dalam sejarah bagi manusia yang hidup pada era modern. Sebuah wabah virus yang secepat kilat merebak ke seluruh sudut bumi hingga akhirnya dunia dalam keadaan darurat dan serempak menyatakan wabah virus ini sebagai pandemi. Namun tanpa terasa, pandemi Corona telah hadir dan seketika mengubah relung kehidupan kita sehari-sehari semenjak 3 hingga 4 bulan terakhir. Rasa pilu dan sendu karena mewabahnya virus Covid-19 masih terasa menyesakkan dada.

    Sebagian besar aktivitas kita tahun ini terasa sangat berbeda karena penyebaran virus Covid-19 yang belum mereda. Selain kegiatan beribadah dan bekerja, berbagai kegiatan belajar anak-anak pun dianjurkan hanya dilakukan di rumah saja, termasuk para santri yang menuntut ilmu di Kampung Pena (sebutan familiar sekaligus terjemahan dari Daar el-Qolam).

    Tanggal 28 dan 29 Maret 2020 pastinya akan selalu terkenang dan menjadi catatan hari bersejarah bagi Pondok Pesantren Daar el-Qolam. Bagaimana tidak? Situasi genting karena semakin merebaknya virus Corona, memaksa Pengasuh dan Pemimpin Pesantren secara bijak mengambil keputusan untuk meliburkan sementara semua ‘penduduk’nya sebelum keadaan semakin tidak terkendali dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

    Kita semua tentu percaya bahwa Allah SWT tidak akan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya, dan kita pun yakin bahwa akan selalu ada hikmah di balik musibah, termasuk hikmah di balik wabah pandemi Corona ini. Jika kita ingin berpikir lebih dalam serta melihat dalam sudut pandang yang positif, terdapat banyak untaian hikmah yang bersemi dan dapat kita petik serta pelajari di tengah pandemi seperti saat ini, salah satunya adalah semakin tumbuhnya kesadaran banyak orang akan pentingnya memaksimalkan teknologi informasi sebagai solusi di tengah masa pandemi.

    Sejak awal wabah virus ini dinyatakan sebagai pandemi, kita mulai mengetahui berbagai istilah baru yang kemudian menghiasi keseharian kita, baik di ruang nyata atau pun maya. Sebut saja social distancing, physical distancing, lockdown, work from home, ODP, PDP, APD, dan lain sebagainya. Selain itu, beberapa kebiasaan baru dan hal-hal yang sebelumnya mungkin asing dan jarang untuk dilakukan, kini justru tak luput dari aktivitas sehari-hari dan bahkan semakin intens, seperti online shopping, video call, online classroom, web seminar, teleconference, dan lain-lain.

    Hebatnya, baik disadari atau tidak, segala bentuk kebiasaan dan hal baru yang kita lakukan tersebut tidak lepas dari peran teknologi informasi yang manfaatnya semakin terasa berharga di tengah masa pandemi ini. Situasi ini juga pada akhirnya memaksa semua orang dari berbagai lapisan masyarakat dan generasi untuk mulai menyesuaikan diri terhadap perkembangan dunia teknologi informasi dengan mempelajari dan memaksimalkan fungsi dan perannya yang luar biasa.

    Di Pondok Pesantren Daar el-Qolam sendiri, membuat dan mengisi konten pelajaran di layanan situs web E-learningĀ merupakan hal yang masih baru untuk dilakukan. Layanan pembelajaran baru ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dan santri, terlebih bagi para guru yang berasal dari generasi baby boomers (kelahiran 1946-1960) dan generasi X (kelahiran 1961-1980).

    Secara struktural dan teknis di pesantren, layanan ini ditangani secara mandiri oleh bagian PTIK (Pusat Teknologi, Informasi dan Komunikasi) Pondok Pesantren Daar el-Qolam. Menurut presentasi yang disampaikan oleh al-Ustadz Willy Saefurrahman, ST selaku Kepala Bagian PTIK Daar el-Qolam 2, E-Learning Pondok Pesantren Daar el-Qolam dibangun menggunakan sebuah Learning Management System (LMS) E-Learning bernama Moodle. Moodle adalah salah satu software aplikasi yang berjalan di atas web yang memiliki fitur-fitur yang diperlukan oleh pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran.

    Dalam presentasinya, al-Ustadz Willy juga menjelaskan beberapa tugas guru (asatidz) di dalam E-Learning, antara lain:

    1. Membuat grup siswa sesuai dengan kelas siswa yang mengikuti mata kuliah
      tersebut (opsional)
    2. Menambahkan deskripsi mata kuliah atau bidang studi
    3. Mengunggah konten materi pembelajaran
    4. Menambahkan modul kegiatan pembelajaran seperti forum, chatting, tugas, dan kuis
    5. Memberikan nilai dan lencana untuk gamifikasi
    6. Mem-backup konten mata pelajaran

    Sedangkan beberapa tugas siswa atau santri di dalam E-Learning, antara lain:

    1. Mempelajari bahan ajar yang tersedia pada halaman mata kuliah atau bidang studi
    2. Berdiskusi dalam forum diskusi yang dibuat oleh guru
    3. Mengobrol menggunakan modul chatting
    4. Mengerjakan dan menyerahkan tugas melalui modul penugasan (assignment)
    5. Mengerjakan kuis
    6. Melihat laporan nilai dan lencana (badge)

     

    Kita seyogianya menyadari bahwa menyalahkan situasi tidak akan pernah menjadi solusi, malah hanya menambah frustasi. Sebaliknya, keadaan ini justru seharusnya mengilhami kita untuk memaksimalkan teknologi informasi sebagai salah satu jalan dan solusi terbaik yang bisa kita manfaatkan.

    Dengan adanya layanan E-learning di Pondok Pesantren Daar el-Qolam, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan kreativitas serta inovasi terbaru dalam pembelajaran. E-learning juga diharapkan dapat memfasilitasi belajar siswa yang terkadang memiliki kendala dengan masalah waktu dan tempat, terlebih saat masa pandemi Covid-19 ini. Dengan begitu, tidak berlebihan rasanya jika kita pada akhirnya menyebut E-learning sebagai salah satu bentuk nyata hikmah sekaligus solusi yang tumbuh bersemi di tengah pandemi.

    Terakhir, rasa terima kasih yang sebesar-besarnya secara khusus juga dihaturkan kepada al-Ustadz Willy Saefurrahman, ST yang sudah berupaya keras mengorbankan segenap pikiran, waktu, dan tenaga untuk mengembangkan sebuah sistem pembelajaran yang sangat bermanfaat ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi antum dan kita semua. Jazaakumullah khairan katsiir. Aamiin Allahumma Aamiin. (fman/red)

     

    Ditulis oleh Bagian Publikasi Daar el-Qolam 2.

    Sumber Foto: Grup WhatsApp Asatidz Daar el-Qolam 2

    Leave a comment

    %d bloggers like this: