• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Menengok Syahdunya Momen Pimpinan Pesantren Bersama Para Santri Saat Hari Raya Iduladha

    Momentum hari raya tentu selalu menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu dan dirindukan oleh setiap orang di seluruh dunia, termasuk umat muslim Indonesia. Dengan segala kekayaan budaya dan adat istiadat yang mengakar di nadi masyarakat, momentum dua hari raya atau lebaran (Idulfitri dan Iduladha) bagi umat muslim Indonesia terasa sangat spesial dan kental akan tradisi yang berbeda-beda. Begitu juga di lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti Pondok Pesantren, khususnya Pondok Pesantren Modern seperti almamater kami, Daar el-Qolam.

    Pondok Pesantren Daar el-Qolam seperti halnya beberapa pondok pesantren modern lainnya di Indonesia, sudah lama menetapkan dan menerapkan perayaan hari raya Iduladha secara berjamaah dan bersama-sama para santri, asatidz, dan keluarga di lingkungan pondok pesantren. Dalam artian, tidak ada ketentuan dan penetapan liburan khusus untuk merayakan hari raya Iduladha bersama keluarga di rumah masing-masing.

    Tidak seperti liburan Ramadan dan hari raya Idulfitri yang awamnya memang ditetapkan sebagai liburan sekolah dan menjadi hak bagi para santri untuk berlibur sejenak sekaligus mengamalkan ilmu dan pengalaman yang sudah didapat kepada masyarakat, serta memanfaatkan waktu bersama keluarga untuk merayakan momen istimewa.

    Suasana santriwan dalam memeriahkan malam gema takbir Iduladha 1441 H di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2.

    Walau demikian, setiap tahunnya antusiasme dan semangat merayakan hari raya Iduladha oleh para santri di Pondok Pesantren Daar el-Qolam tidak surut begitu saja. Para santri tetap dapat menikmati indahnya momentum hari raya kurban tersebut dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan di pondok pesantren.

    Mulai dari gema takbir, ceramah dan tausiyah, penyelenggaraan perlombaan dalam naungan PHBI (Panitia Hari Besar Islam), penampilan-penampilan, hingga pelaksanaan salat ‘ied berjamaah, menyaksikan pemotongan hewan kurban, dan lain sebagainya. Tak jarang, biasanya wali santri pun turut merayakan hari raya Iduladha di pondok pesantren dengan melaksanakan salat ‘ied bersama para santri dan asatidz. 

    Namun, tentu saja hari raya Iduladha tahun ini terasa sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana biasanya setiap individu merasa penuh suka cita merayakan hari raya tanpa perlu merasa takut dan khawatir akan menyebarnya virus berbahaya seperti virus Korona yang sudah beberapa bulan terakhir ini merebak ke seantero negeri.

    Maka dari itu, perayaan hari raya Iduladha di Pondok Pesantren Daar el-Qolam tahun ini pun butuh penyesuaian dan pembatasan. Salah satunya dengan tidak mengizinkan para wali santri untuk berkunjung dan menjenguk anak-anaknya terlebih dahulu.

    Kegiatan santri dalam menyambut dan memeriahkan hari raya Iduladha tahun ini di Pondok Pesantren Daar el-Qolam dimulai dengan melaksanakan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah. Walau dalam ajaran agama Islam keduanya termasuk puasa sunah, namun di Daar el-Qolam para santri dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah tersebut, sehingga para santri pun diimbau untuk bangun tidur sekitar pukul 03.00 dini hari untuk santap sahur bersama-sama.

    Potret beberapa santriwati kelas 6 yang baru saja selesai melaksanakan salat ‘ied berjamaah.

    Alhamdulillah. Keluarga besar Pondok Pesantren Daar el-Qolam sangat bersyukur karena tetap dapat melaksanakan salat ‘ied secara berjamaah bersama para santri dan semua penduduk pesantren seperti tahun-tahun sebelumnya. Letak geografis Pondok Pesantren Daar el-Qolam yang berada dekat dengan perbatasan antara kabupaten Tangerang dan kabupaten Serang patut disyukuri, karena masih termasuk dalam kawasan zona hijau virus Covid-19. Rasa syukur tersebut pun sempat disampaikan oleh Pengasuh Pesantren, Drs. KH. Ahmad Syahiduddin beberapa saat sebelum dimulainya pelaksanaan salat ‘ied.

    Selain itu, sejak kedatangan santri pasca liburan pandemi dan hari raya Idulfitri pada minggu kedua bulan Juli 2020, dan santri-santri baru yang menyusul masuk pada minggu berikutnya, para santri sudah diwajibkan untuk melakukan rapid test sebelum kedatangan mereka ke pondok pesantren dengan batas waktu berlakunya hasil tes maksimal selama 3 hari serta melakukan karantina di rumah.

    Setelah para santri masuk dan memulai kegiatan pembelajaran tatap muka di pondok pesantren, para santri terus diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari, seperti memakai masker pada setiap kegiatan, rutin mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berbagi atau saling pinjam alat makan, menjaga kebersihan kamar dan asrama, dan lain sebagainya.

    Pimpinan Pesantren Daar el-Qolam 2 Drs. KH. Odhy Rosikhuddin, M.Pd saat menyampaikan khutbah Iduladha

    Dalam pelaksanaan salat ‘ied, Pimpinan Pesantren Daar el-Qolam 2 Drs. KH. Odhy Rosikhuddin, M.Pd bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pentingnya memaknai hari raya Iduladha sebagai pembelajaran dan media untuk melatih diri agar lebih ikhlas dan tawakkal dalam beribadah kepada Allah SWT, khususnya dengan melakukan ibadah kurban dan memahami esensinya, berbekal sejarah dan pengalaman spiritual luar biasa dari Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan anak tercintanya, Nabi Ismail AS demi memenuhi dan mengikuti perintah Allah SWT.

    Selepas melaksanakan tugasnya sebagai khatib dalam pelaksanaan salat Iduladha, Pak Kyai Odhy pun melanjutkan aktivitasnya dengan bersilaturahmi dan bersalam-salaman dengan para jamaah salat ‘ied serta menyambangi para santri secara langsung di asrama putra dan putri. Pemandangan beliau saat bertatap muka dan bertegur sapa menyalami setiap santri yang beliau temui di asrama terlihat begitu syahdu dan mengharu biru.

    Tak pelak, kunjungan beliau yang tanpa diduga-duga tersebut membuat suasana di asrama santri menjadi heboh sekaligus menggembirakan. Pasalnya, Pak Kyai Odhy tanpa ragu dan canggung mengajak mereka untuk berfoto bersama, bahkan terlihat juga melakukan beberapa swafoto atau selfie bersama para santri. Benar-benar momen yang langka dan tentu saja disambut bahagia oleh para santri.

    Berikut ini adalah beberapa potret momen kebersamaan Pak Kyai Odhy bersama para santri saat merayakan hari raya Iduladha.

    “Mudah-mudahan kehadiran saya bisa mewakili orang tua mereka di rumah”

    Begitulah rentetan kata yang beliau ungkapkan melalui pesan di grup WhatsApp para wali-wali kelas Daar el-Qolam 2, berbarengan dengan puluhan foto yang beliau bagikan juga di grup tersebut.

    Pesan sederhana namun sangat bermakna tersebut tentunya beliau sampaikan bukan tanpa alasan. Kondisi saat ini yang masih di tengah-tengah pandemi Korona memaksa para santri untuk tidak bisa bertemu dan merayakan momen istimewa hari raya Iduladha bersama orang tua mereka seperti tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan kunjungan wali santri untuk menjenguk anak-anak mereka masih ditutup untuk sementara.

    Kehadiran beliau di tengah-tengah para santri saat momentum hari raya pastinya memberikan kesan luar biasa berharga bagi mereka. Semoga para santri tetap semangat dan ceria selama hari raya, walau tanpa kehadiran orang tua dan keluarga tercinta, khususnya bagi santri-santri baru kelas 1 yang baru beberapa minggu beradaptasi di ‘Kampung Pena’. Aamiin. Insha Allah. (firman/red)

     

    *Catatan:

    Untuk melihat video khutbah Iduladha 1441 H yang disampaikan oleh Drs. KH. Odhy Rosikhuddin, M.Pd, silakan berkunjung ke Kanal YouTube MMI Daar el-Qolam atau klik video thumbnail di bawah ini. Terima kasih.

    Ditulis oleh Bagian Publikasi Daar el-Qolam 2.

    Sumber Foto: Bagian Publikasi Daar el-Qolam 2 dan Grup WhatsApp Asatidz Daar el-Qolam 2

    Sumber Video: Kanal YouTube MMI Daar el-Qolam

    Leave a comment

    %d bloggers like this: