• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Apa itu Buah Mengkudu?

    Morinda citrifolia L. adalah jenis tumbuhan dari keluarga kopi-kopian (Rubiaceae) Terdapat sekitar 80 spesies tanaman yang termasuk dalam genus Morinda. Menurut H.B. Guppy dalam Purbaya (2007), kira-kira 60 persen dari 80 spesies Morinda tumbuh di pulau-pulau besar maupun kecil, di antaranya Indonesia, Malaysia dan pulau-pulau yang terletak di Lautan India dan Lautan Pasifik. Hanya sekitar 20 spesies Morinda yang mempunyai nilai ekonomis, antara lain: Morinda bracteata, Morinda officinalis, Morinda fructus, Morinda tinctoria dan Morinda citrifolia. Morinda citrifolia adalah jenis yang paling populer, sehingga sering disebut sebagai “Queen of The Morinda“.

    Spesies ini mempunyai nama tersendiri di setiap negara, antara lain Noni di Hawaii, Nonu atau Nono di Tahiti, Cheese Fruit di Australia, Mengkudu, Pace di Indonesia dan Malaysia (Widayat www.ekafood.com). Didaerah Sumatera sering disebut Bangkudu, dan Lengkudu. Di daerah Jawa sering disebut : Kudu, Pace, dan Kemudu, sementara di Nusa tenggara sering disebut Manakudu, Bakulu, dan Tibah. Di daerah Kalimantan sering di sebut: Mangkudu. ( Dalimartha 2006).

    Klasifikasi

    Tumbuhan Morinda citrifolia L. merupakan tumbuhan berbiji tertutup. Klasifikasi tumbuhan Morinda citrifolia L. (Waha 2001; Sunanto 2009) klasifikasinya sebagai berikut:

    Filum Angiospermae
    Sub filum Dycotiledones
    Divisi Lignosae
    Sub Divisi Magnoliophyta
    Famili Rubiaceae
    Genus Morinda
    Spesies M. citrifolia

    Secara morfologi, atau ciri-ciri fisiknya, pohon mengkudu memiliki ketinggian antara 5-8 meter; dan, mempunyai cabang atau ranting-ranting pohon yang banyak. Batang pohonnya berkayu, bulat, berkulit kasar, dan kulit kayunya itu berwarna coklat kekuningan. Atau ada pula yang warnanya agak keputih-putihan, terutama yang batang kayunya kecil-kecil (Purbaya 2010).

    Batang Pohon Mengkudu/Morinda citrifolia L. (koleksi Pribadi)
    Batang Pohon Mengkudu/Morinda citrifolia L. (koleksi Pribadi)

    Daun mengkudu disebut daun tunggal, dan umumnya tumbuh lebat, bentuknya bulat telur, panjang serta lebar. Ujung dan pangkal daunnya runcing, tepi daunnya rata. panjang daunnya itu antara 12-48 cm, dan lebarnya 6-24 cm, dengan tulang daun yang menyirip. Warna daunnya hijau tua, mengkilap, dan berdaging, serta tersusun secara berhadap-hadapan, dengan tangkai daun yang pendek (Purbaya 2010).

    Daun Mengkudu/Morinda citrifolia L.
    Daun Mengkudu/Morinda citrifolia L.

    Bunga mengkudu berbentuk piala atau tabung yang hanya mengembang pada bagian ujungnya, warnanya putih, atau hijau kekuningan, berbau harum dan tumbuhnya bergerombol, membentuk bunga bongkol bulat (serangkain bunga yang pangkalnya membentuk bongkol, yakni atau mendukung bunga-bunganya secara padat, dimana bila bunga-bunganya masih kuncup akan terbungkus oleh semacam daun-daun tambahan), bertangkai, dan biasanya terdapat di ketiak-ketiak daun (Purbaya 2010).

    Bunga Mengkudu/Morinda citrifolia L.
    Bunga Mengkudu/Morinda citrifolia L.

    Buah mengkudu berbentuk bulat telur dengan dengan permukaan berbenjol-benjol. Biasanya bentuk benjolannya itu menyerupai bentuk mata ikan atau seperti bintang yang berkaki enam atau delapan. dan rata-rata buahnya sebesar telur ayam atau telur bebek. Ukuran panjang buahnya antara 7-21 cm, dengan lingkaran tengahnya antara 6-18 cm. Ketika masih muda kulit buahnya berwarna hijau, tebal, dan keras. Serat atau benjolannya tampak lebih nyata dan menonjol, bila telah masak, warna kulit buahnya itu akan semakin memutih atau berwarna putih kekuningan yang tampak keruh, dan nyata pula terlihat banyak mengandung air (Purbaya 2010).

    Buah Morinda citrifolia L. sebelum masak (Koleksi pribadi)
    Buah Morinda citrifolia L. sebelum masak (Koleksi pribadi)
    Buah Mengkudu/Morinda citrifolia L. sesudah masak (Koleksi pribadi)
    Buah Mengkudu/Morinda citrifolia L. sesudah masak (Koleksi pribadi)

    Pembudidayaan Tumbuhan

    Perkembangan budidaya mengkudu di kepulauan Hawai, dimana kepulauan itu telah merupakan salah satu dari sekian banyaknya wilayah negara bagian Amerika Serikat, memang lebih maju dan lebih baik dibandingkan di negara-negara lainnya di Asia, maupun di Asia Tenggara (kecuali di Malaysia). Sebab, seperti halnya di Indonesia, mengkudu belum banyak yang mau membudidayakan, atau mengebunkannya secara lebih khusus. Tumbuhan itu lebih banyak yang tunbuh secara liar di pinggir-pinggir pantai, atau di dalam hutan-hutan.sehingga mungkin saja mutunya memang menjadi kalah unggul,atau tidak sehebat mengkudu yang lebih dikenal dengan sebutan buah “Noni” yang dari Hawaii atau juga yang di Malaysia. Ya, di sana tumbuhan mengkudu jelas telah lebih terpelihara dan terjaga kelestarian atau bibit-bibit unggulannya. Bahkan, telah lama pula diyakini memiliki khasiat atau bibit yang sangat luar biasa. Terlebih setelah buah itu, di Amerika Serikat, memperoleh julukan “The Hawaii magic plant” karena beberapa penyakit yang sering mengganggu kesehatan tubuh masyarakat di sana, telah banyak terbukti dapat diatasi dan disembuhkan oleh buah yang disebut tumbuhan ajaib (magic plant) itu (Purbaya 2010).

    Sesungguhnya, mutu dan khasiat buah mengkudu kita tidak kalah dengan yang dari mana pun. Terkecuali adalah rasanya. Walau memang harus diakui, bahwa buah mengkudu dari negeri kita tidak sesedap dan seenak seperti yang dari Hawaii, tetapi bila dibanding dengan yang dari Malaysia, masih sebanding. Menurut para pengamat, kini di tanah air kita juga sesungguhnya sudah cukup banyak perusahaan dan industri pengolahan buah mengkudu. Diantara yang cukup terkenal adalah daerah bogor, jawa barat, dan di kediri,jawa timur. Menurut tambo (buku sejarah) orang-orang Polynesia atau Hawaii, itu pun tumbuhan ‘noni’ atau mengkudu sesungguhnya memang berasal dari daratan Asia, dan bukan asli tumbuh di Polynesia atau pun di Hawai (Purbaya 2010).

    Daftar Pustaka

    Purbaya J.R. 2007. Mengenal & Memanfaatkan Khasiat Mengkudu. Bandung : Pionir Jaya.

    Waha, L.G. 2001. Sehat Dengan Mengkudu. MSF Group, Jakarta.

    Tags
    Penulis:

    Seorang guru di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2

    Leave a comment

    %d bloggers like this: