• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Menutup Rentetan Agenda Khutbatul Arsy, Santri Unjuk Gigi dan Adu Kreasi di Malam Seni Santri

    Langkah-langkah kaki para santri menyeruak keluar dari masjid Daar el-Qolam 2, gerakannya bersahutan dengan irama cepat menuju asrama, teriakan demi teriakan dan hitungan demi hitungan pun dilontarkan oleh pengurus ISMI kepada para anggotanya untuk segera berganti kostum di kamar masing-masing, lalu pergi beranjak dengan rapi menuju gedung Aula Utama Daar el-Qolam. Pemandangan tersebut sebenarnya lumrah terjadi di relung kehidupan para santri. Tetapi, malam itu berbeda. Semuanya terlihat antusias dan bersemangat. Ada apakah gerangan?

    Pantas saja, malam itu Kamis, 27 Agustus 2020 para santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2 ternyata memiliki agenda acara yang begitu ditunggu-tunggu oleh mereka. Tidak hanya santri, acara bergengsi ini pun cukup dinantikan oleh oleh para asatidz, wali-wali santri, dan juga alumni-alumni. Sebut saja MSS atau Malam Seni Santri. Ya, Malam Seni Santri. Sesuai dengan namanya, agenda ini memang selalu diselenggarakan pada malam hari sepanjang penyelenggaraannya sejak dahulu.

    Berdasarkan kebiasaan dan sunah pesantren, Malam Seni Santri atau MSS merupakan salah satu agenda penting serta paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh para santri. Jika dirunut, Malam Seni Santri memang sengaja diselenggarakan sebagai malam puncak untuk menutup rentetan kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy (PPKA) yang cukup panjang, bahkan hingga berminggu-minggu. Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy sendiri merupakan istilah resmi yang umum digunakan di berbagai pondok pesantren modern dalam rangka masa orientasi dan pengenalan tentang pondok pesantren bagi santri-santri baru serta sebagai momen untuk memperbaharui niat atau tajdiidun niyyah bagi para santri lama secara umum.

    Jika dalam rentetan kegiatan perlombaan dalam PPKA biasanya para santri bersaing dan berkompetisi membawa nama konsulat daerah mereka yang terdiri dari 5 konsulat daerah antara lain: Banten, Tangerang, Jakarta, Parahyangan, dan Sumatera, lain hal dalam penyelenggaraan Malam Seni Santri yang justru menampilkan penampilan-penampilan kreasi seni dengan membawa nama marhalah atau tingkatan-tingkatan kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas nihai atau kelas 6, serta penampilan juga dibedakan antara putra dan putri.

    Tahun ini, para santri kembali diberikan kesempatan sekaligus diuji keberanian dan kreativitasnya dengan berusaha memberikan penampilan terbaik mereka dalam perhelatan Malam Seni Santri 2020. Dengan mengusung tema “Persembahan totalitas dan kreativitas tanpa batas, pagelaran seni akbar dari santri untuk negeri”, para santri pun akhirnya unjuk gigi dan beradu kreasi dengan menampilkan beberapa penampilan spektakuler.

    Acara dimulai pukul 20.30 WIB, ditandai dengan masuknya 3 orang santriwati yang bertugas sebagai MC formal ke atas panggung dan membuka acara secara resmi. Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Alquran, lalu disambung dengan sambutan acara yang disampaikan secara langsung oleh Pimpinan Pesantren, Drs. KH. Odhy Rosihuddin, M.Pd. Beliau pun sempat menunjukkan sedikit kemampuannya dalam bermain alat musik gitar sebagai tanda dibukanya Malam Seni Santri.

    Setelah resmi dibuka dan dimulai oleh pimpinan pesantren, acara Malam Seni Santri pun berlanjut dengan menampilkan video opening dan penampilan grand opening oleh sekelompok santri yang berhasil menuai tepuk tangan gemuruh dan menghidupkan suasana di Aula Utama Daar el-Qolam. Berakhirnya sesi grand opening, kemudian acara diambil alih oleh 2 orang santriwan kelas 6 yang bertindak sebagai pembaca acara informal yang akan membawakan dan mengarahkan selama acara berlangsung.

    Kedua pembawa acara pun membacakan deretan penampilan yang sudah diurutkan sedemikian rupa. Namun, jika diurutkan berdasarkan tingkatan kelas, berikut ini adalah daftar rincian penampilannya.

    PUTRA
    Kelas 1 : Drama Kepondokan
    Kelas 2 : The Extraordinary Dance
    Kelas 3 : Horror Act
    Kelas 4 : Shadow
    Kelas 5 : Covidance
    Kelas 6 : Masquerade

    PUTRI
    Kelas 1 : Circle Culture
    Kelas 2 : Holcyn Universal Dance
    Kelas 3 : Asean Dance
    Kelas 4 : The Sound of Universe
    Kelas 5 : Transonglation
    Kelas 6 : Marching of Melody Rain

    Pada dasarnya, semua penampilan memiliki genre,  gaya, dan keunikannya masing-masing. Walau dalam daftar rincian, penampilan berbentuk tarian atau dance terlihat begitu mendominasi, namun faktanya setiap penampilan justru menghadirkan cerita dan latar yang berbeda. Beberapa penampilan juga berhasil mengundang decak kagum dan menorehkan kesan luar biasa, seperti Drama Kepondokan yang diperankan oleh para santriwan kelas 1 putra yang baru tinggal di pondok pesantren sekitar sebulan lebih. Penampilan Covidance persembahan santriwan kelas 5 yang berlatarkan cerita tentang pandemi Covid-19 namun disajikan dalam bentuk cerita dan dance pun turut menghibur dan menghadirkan gelak tawa.

    Di sisi penampilan putri, beberapa penampilan pun tidak kalah menggugah dan mengesankan. Lagi-lagi penampilan santri-santri baru kelas 1 patut diapresiasi. Para santriwati kelas 1 berhasil membuat penonton terkesan dengan penampilan mereka yang bertitel ‘Circle Culture’ yang kaya akan unsur keberagaman budaya di Indonesia. Selain itu, penampilan santriwati kelas 4 ‘The Sound of Universe’ juga berhasil memberikan kesan positif bagi penonton, termasuk para asatidz yang juga banyak memilih penampilan mereka sebagai salah satu penampilan terbaik.

    Penyelenggaraan Malam Seni Santri 2020 ini memang diakui lebih baik dan lebih siap dari tahun sebelumnya. Itu semua dapat terlihat dari persiapan dan pengelolaan acara yang baik, dekorasi, tata panggung, dan lighting yang luar biasa, penampilan-penampilan yang memukau, transisi dari satu penampilan ke penampilan lainnya pun dirasa cukup pas, timing acara secara keseluruhan pun cukup baik, walaupun ada sedikit kekurangan yang terlihat, rasanya hal tersebut akan termaafkan begitu saja dengan segala kelebihan-kelebihan yang jauh lebih menonjol.

    Apa lagi, salah satu keunggulan MSS tahun ini adalah disediakannya online streaming melalui kanal YouTube MMI Daar el-Qolam bagi para wali santri dan alumni yang ingin menyaksikan MSS namun tidak diperkenankan menghadiri acara secara langsung. Jadi, para wali santri dan alumni bisa tetap menyaksikan penampilan anak-anak dan adik-adik kelas mereka dengan cukup standby bersama gawainya masing-masing dan menonton acaranya hingga usai melalui link atau tautan online streaming yang sudah disebarkan sebelumnya melalui berbagai media sosial.

    Berikut ini adalah beberapa potret penampilan lainnya dalam Malam Seni Santri yang berhasil diabadikan oleh tim dokumentasi Daar el-Qolam 2.

    Sebagai penutup, Malam Seni Santri 2020 diakhiri dengan closing performance yang menampilkan semangat santri dan kepemudaan, salah satunya dengan dibacakannya sumpah pemuda di dalamnya yang berhasil membuat para penonton merinding dan bergetar hatinya. Setelah acara resmi berakhir dan ditutup, para santri yang menjadi penonton pun bubar menuju asrama, kemudian ada sesi khusus perfotoan bagi para panitia pengurus dan para santri yang terlibat dalam penampilan-penampilan MSS kali ini. Mereka semua diberikan kesempatan untuk berfoto bersama pimpinan pesantren dan wakil pimpinan pesantren serta beberapa dewan asatidz.

    Melalui tulisan ini, kami haturkan pula rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran asatidz dan ustadzaat bagian pengasuhan dan seluruh asatidz dan ustadzaat yang terlibat dalam mempersiapkan Malam Seni Santri 2020. Semoga kita semua selalu dilimpahkan kesehatan, rezeki, dan berkah dari Allah SWT. Aamiin Yaa Rabb Allahumma Aamiin.

    Sampai jumpa di Malam Seni Santri 2021!

     

    Ditulis oleh Bagian Publikasi Daar el-Qolam 2.

    Sumber Foto: Bagian Dokumentasi Daar el-Qolam 2

    Tags

    Leave a comment

    %d bloggers like this: