• +62
  • [email protected]

    Artikel dan Berita Pondok Pesantren Daar el-Qolam

    Keanekaragaman Burung Kuntul dan Distribusinya

    Pemanfaatan keanekaragaman jenis satwa liar secara tradisional telah sejak lama dilakukan oleh masyarakat, terutama sebagai pemenuh kebutuhan protein hewani. Jenis burung air termasuk salah satu yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Pada awalnya pemanfaatan jenis-jenis burung tersebut hanya sebatas untuk pemenuhan kebutuhan protein bagi masyarakat setempat. Namun dalam perkembangannya, ternyata jenis-jenis burung tersebut tidak saja dimanfaatkan untuk kebutuhan protein, tetapi juga untuk diperjualbelikan kepada masyarakat kota, guna menambah sumber pendapatan. Bagi masyarakat desa pesisir yang kebanyakan hidup sebagai nelayan, yang waktu bekerjanya sangat tergantung kepada musim/cuaca, maka pendapatan dari hasil menangkap burung dan dijual kepada masyarakat di kota sangat berarti untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga kegiatan tersebut menjadi rutinitas bagi masyarakat desa pesisir.

    Pengeksploitasian jenis-jenis burung secara terus menerus tanpa adanya pengendalian/kontrol dikhawatirkan akan mengancam kepunahan. Padahal diantar jenis-jenis burung tersebut, kemungkinan ada yang merupakan jenis yang dilindungi. Tingkat pendidikan masyarakat desa pesisir yang pada umumnya rendah, sulit untuk memahami bahwa pemanfaatan sumber daya hayati yang tidak terkendali akan mengakibatkan kepunahan jenis-jenis tersebut. Di pihak lain, Monitoring populasi dan habitat jenis-jenis burung air di daerah pesisir utara Angke kapuk, Jawa Barat, dan Mahakam serta kajian sosial ekonomi masyarakat desa pesisir sebagai kelompok masyarakat yang banyak memanfaatkan sumber daya hayati tersebut, belum banyak dilakukan.

    Pemanfaatan jenis-jenis burung air oleh masyarakat secara faktual telah menjadi mata pencaharian yang dapat menyubstitusi mata pencaharian utama sebagai nelayan di saat tidak melaut. Namun pemanfaatan sumber daya hayati tanpa memperhatikan aspek kelestarian jenisnya akan mengakibatkan musnahnya potensi tersebut.

    Penulis:

    Seorang guru di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2

    Leave a comment

    %d bloggers like this: